Berita Choir

Doa yang belum dijawab(the unanswered prayer)

::share by Imelda Lauran Siahaan
::date 09-09-2009


Pernah merasa kalau hidup yang kita jalani tidak sepeti yang kita harapkan?
Kenyataan hidup yang kita hadapi tidak seperti yang kita doakan? Kita mulai berpikir dan bertanya, apa doaku tidak didengar oleh Tuhan?. Kenapa Tuhan belum menjawab doa ku?. Lalu hati sedikit demi sedikit mulai meragukan Tuhan.

Hari Minggu, tanggal 6 September 2009, saya sangat diberkati oleh firman Tuhan yang disampaikan oleh hambanya Bpk. Pdt. David Tjakra. Hambanya membagikan firman tentang doa yang belum dijawab oleh Tuhan. Ada 3 faktor yang mungkin tanpa kita sadari merupakan faktor-faktor, kenapa doa kita belum dijawab oleh Tuhan.

1. Yes 59 : 2 --- tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.
-- segala kejahatan / dosa.
Kita sering berpikir, Tuhan sepertinya aku tidak jahat, aku tidak membunuh, aku tidak mencuri. Tapi, tahukah saudara, saat kita tidak melakukan kehendak Bapa disurga kita telah berdosa. Seperti dalam Mat 7 : 21-23. Jadi, apa yang harus kita lakukan? Kita hanya perlu mengakui dan meniggalkan dosa itu, seperti yang di tulis dalam Amsal 28 : 13।

2. Tidak mau unity / tidak mau jadi satu. Maz:*133


3. UNITY sebagai WADAH jawaban bagi setiap doa. Tuhan tidak bisa mencurahkan berkat, jika kita tidak bisa unity. Unity dimulai dari dalam diri sendiri terlebih dahulu. Seperti yang tertulis dalam Mat 18 : 18 -19, “...Dan lagi Aku berkata kepadamu: Jika dua oeang daripadamu didunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-ku yang disorga". Dari diri sendiri, lalu dalam keluarga dan komunitas. “

4. Ketidakpercayaan dan membatasi Tuhan
Yes 61 :1, Sering sekali, kita melihat dari cara pandang manusia bukan dari cara pandang Tuhan, sehingga tanpa kita sadari। Kita membatasi Allah bekerja. Dalam Mark 6: 5-6, karena ketidakpercayaan mereka, Yesus tidak bisa melakukan satu mujizatpun disana.
Ketidakpercayaan sama saja dengan kita tidak menghormati Allah. Sangat penting kita menghormati Allah. Terkadang karena kita mulai terbiasa dengan hadirat Tuhan, kita tidak menghormati hadirat Allah. Kita melihat, anak Abinadab, uza mati dikarenakan dia tidak menghormati tabut Allah.
Dari faktor – faktor diatas, saya mulai berpikir. Mungkin salah satu faktor diatas masih ada didalam kehidupan saya. Mulai berpikir, mungkin saudara sama dengan saya, factor-faktor diatas mungkin yang menjadi salah satu alasan kenapa doa kita belum dijawab.






Copyright © 2009 - Choir Gbi Sukawarna Bandung - is proudly powered by Blogger
Smashing Magazine - Design Disease - Blog and Web - Dilectio Blogger Template