Berita Choir

Belajar berbesar hati untuk sebuah teguran


Bandung Kamis 21 mei 2009

Sebagai imam-imam musik mungkin secara pribadi kita telah berulang kali mengenal slogan yang berjudul berbesar hati bahasa jowo ne legowo. Ini adalah cerita yang terispirasi dari slogan itu cinta dalam sebuah teguran.

Kejadian ini bermula dari teguran seorang ibu yang sangat dan sangat mengasihi anak-anak choir gbi sukawarna bandung, (inisialnya ibu angel aja ya…). Paling tidak selama ini kami (team choir) adalah orang-orang yang paling dikasihi oleh beliau. terbukti beliau adalah seorang ibu yang selalu memberikan perhatian lebih, dari dan menyediakan perlengkapan custom seperti bunga sampai dengan konsumsi makan siang (seksi konsumsi kale ya…)



Sebagian atau bahkan semua anggota team choir tak pernah ambil pusing untuk menu makanan setelah ibadah menu itu selau telah tersedia. Setelah pelayanan selesai makan kami pun langsung menenteng menu tersebut tanpa mengetahui siapa yang menyediakan siapa yang telah bekerja untuk mempersiapkan menu makan siang tersebut. Terus terang bahkan saya tidak mengenal sosok tersebut secara pribadi (ibu angel). Secara sekilas yang kami kenal beliau bermimik serius dan sepertinya pribadi yang “follow the rules” tegas bahkan sebagian dari kami pernah berseloroh beliau pribadi yang “galak”(peace…).


Moment demi moment pelayanan terus berlalu ibu angel terus setia menyediakan menu makan siang team choir. Secara pribadi aku merasa betapa “egois” nya kami selama sekian banyak moment pelayanan, secara pribadi bahkan aku belum pernah mengucapkan sepatah kata pun “terimakasih” untuk menu hidangan makan siang tesebut. Hingga pada suatu moment pelayanan cerita ini muncul.
Seperti biasa nya setelah anggota choir selesai pelayanan kita langsung bersiap-siap untuk pulang namun kebetulan pada hari itu custom kita memakai jubah maka membutuh kan lebih banyak waktu untuk “beberes” hingga tak satu pun dari kami menyadari bahwa ibu angel telah menanti anak choir untuk membatu nya menurunkan makanan dari kendaraan beliau. Secara sabar be;iau menunggu, entah mungkin terlalu lama dan beliau masih ada pekerjaan lain yang harus dikerjakan hingga mungkin beliau agak kesal. Sedangkan kami tidak ada satupun menyadarinya. Dengan nada yang sedikit mencuri perhatian kami, beliau mengingatkan. Bila saya terjemahkan secara lebih jelas beliau marah. Tapi saya percaya ungkapan marah beliau adalah bukti betapa ibu angel sangat mengasihi team choir, beliau dengan berjerih lelah mau menyediakan waktu untuk melakukan pekerjaan ini tanpa ada satupun harapan untuk pamrih. Secara pribadi saya merasa malu untuk kejadian ini “apakah kita sudah terlalu exclusive” hingga kami harus emosi dan merasa kecewa kepada beliau secara pribadi atas tegurannya.


Buat ibu angel secara pribadi saya mengucapkan “big Thank” terimakasih buat semua waktu, perhatian dan tenaga yang sudah ibu beri untuk anak-anak choir, you are like my mother too, saya percaya ibu sangat mengasihi kami secara pribadi. Ampuni kami bila telah membuat ibu kecewa secara pribadi.

Message: Ayo buat temen-temen team choir kita belajar, ambil bagian untuk mau mengerti keberadaan seseorang di sekitar kalian mulai peduli kepada hal-hal kecil dan jangan pernah “meniadakan” bentuk yang telah orang lain perbuat untuk kita, percayalah bahwasannya kita butuh teman dan penopang dalam menjalani sisa hidup ini di dunia terlebih di dalam pelayanan. Berbesar hati lah bila hari ini masih ada seseorang yang kita tidak pernah menyadari kehadirannya dan mau marah kepada kita oleh karena sebuah cinta dan perhatian terbaik yang tidak pernah kita sadari.

Special to : My mom in heaven (‘ I miss you so much…mom, this world more beautifull if you are still here…’)






0 comments:

Copyright © 2009 - Choir Gbi Sukawarna Bandung - is proudly powered by Blogger
Smashing Magazine - Design Disease - Blog and Web - Dilectio Blogger Template