Berita Choir
Tampilkan postingan dengan label Pelayanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pelayanan. Tampilkan semua postingan

IMPACT PASKAH


share by Rinto Rain Barry Nainggolan
April 4 at 10:35pm Reply
Markus 16 : 1 – 8

16:1. Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus.
16:2 Dan pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, setelah matahari terbit, pergilah mereka ke kubur.
16:3 Mereka berkata seorang kepada yang lain: "Siapa yang akan menggulingkan batu itu bagi kita dari pintu kubur?"
16:4 Tetapi ketika mereka melihat dari dekat, tampaklah, batu yang memang sangat besar itu sudah terguling.
16:5 Lalu mereka masuk ke dalam kubur dan mereka melihat seorang muda yang memakai jubah putih duduk di sebelah kanan. Merekapun sangat terkejut,
16:6 tetapi orang muda itu berkata kepada mereka: "Jangan takut! Kamu mencari Yesus orang Nazaret, yang disalibkan itu. Ia telah bangkit. Ia tidak ada di sini. Lihat! Inilah tempat mereka membaringkan Dia.
16:7 Tetapi sekarang pergilah, katakanlah kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus: Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia, seperti yang sudah dikatakan-Nya kepada kamu."
16:8 Lalu mereka keluar dan lari meninggalkan kubur itu, sebab gentar dan dahsyat menimpa mereka. Mereka tidak mengatakan apa-apa kepada siapapun juga karena takut. Dengan singkat mereka sampaikan semua pesan itu kepada Petrus dan teman-temannya. Sesudah itu Yesus sendiri dengan perantaraan murid-murid-Nya memberitakan dari Timur ke Barat berita yang kudus dan tak terbinasakan tentang keselamatan yang kekal itu.


Renungan …
Di dalam perikop ini di kisahkan 3 orang perempuan (di kitab Injil yang lain dituliskan nama-nama perempuan yang lain, sebagai contoh di dalam Lukas 24:10) yang menjadi saksi terhadap kebangkitan Yesus. Menjadi saksi pertama yang melihat Yesus tidak ada di kubur yang menyatakan Yesus telah bangkit dari kematian.
Apakah kebetulan mereka mengalaminya?
Saya selalu percaya Alkitab diilhami oleh Roh Kudus dan ditulis dengan makna yang dalam dan ada pesan yang berarti bagi kita dari setiap katanya. Begitupun dengan hal ini. Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome yang pergi ke kubur Yesus. Mengapa mereka ini yang dicatat dalam Injil Markus? Timbul pertanyaan saya, siapa mereka ini? Mengapa mereka yang menjadi saksi pertama kali melihat kubur sudah kosong dan Yesus tidak ada di sana yang menyatakan Yesus telah bangkit? Ini peristiwa penting yang merupakan penggenapan nubuatan bahwa Yesus akan bangkit pada hari yang ketiga.

Mari kita lihat sedikit gambaran mengenai kehidupan perempuan-perempuan ini.
1. Maria Madgalena
Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan (Markus 16:9).
Saya tidak mengangkat perdebatan mengenai identitas Maria Magdalena di kalangan gereja dan hanya menggunakan ayat ini sebagai acuan bagaimana hidup Maria Magdalena.
Maria Magdalena dirasuki tujuh setan. Saudara bisa membayangkan bagaimana kehidupan Maria Magdalena?! Dia diikat kuasa setan. Kehidupan yang jauh dari normal. Ingat! Iblis tidak pernah membiarkan hidup seseorang tenang selamanya, karena iblis akan menuntut sesuatu dari kehidupan orang tersebut. Kehidupan yang mengerikan tentunya. Saya percaya iblis akan menghancurkan hidup orang yang dirasukinya, cepat atau lambat. Dan hanya kuasa Yesus yang sanggup mengusir setan yang merasuki seseorang.

2. Maria ibu Yakobus
Tidak dikisahkan di dalam Alkitab.

3. Salome
Salome (Yunani: Σαλωμη, Salome), Putri Herodias (c M 14 - antara 62 dan 71), yang dikenal dari Perjanjian Baru (Markus 6:17-29 dan Mat 14:3-11, yang namanya tidak disebutkan tertulis). Sumber Yahudi kuno dari Yosefus Flavius, memberi nama dan beberapa rincian tentang hubungan keluarganya. Nama שלומית dibaca dalam bahasa Ibrani (Shlomit) dan berasal dari שלום Shalom, yang berarti "damai". Tradisi Kristen menggambarkan dirinya sebagai ikon perempuan penggoda berbahaya, misalnya, seperti menari erotis seperti yang disebutkan dalam Perjanjian Baru (yang juga disebut sebagai ikon terhadap pesta dansa tujuh cadar), yang menyebabkan kematian Yohanes Pembaptis.
(dikutip dan diterjemahkan bebas dari Wikipedia, http://id.wikipedia.org/wiki/Maria_Magdalena)

Dampak yang Pertama.
Bagi perempuan-perempuan itu, batu yang sangat besar itu adalah penghalang untuk masuk ke kuburan Yesus. Dan dalam pikiran mereka, batu besar yang menutupi terlalu susah untuk disingkirkan dan mereka tidak memiliki cukup tenaga untuk melakukannya.
Saudara, ada banyak penghalang bagi kita untuk mengalami kuasa kebangkitan Yesus. Tetapi apakah penghalang itu dapat menghambat kita untuk mengalami kuasa Tuhan? Apa yang mungkin menjadi penghalang itu? Jabatankah? Uangkah? Kemiskinankah? Kebodohankah? Keluargakah? Sahabatkah? Kenikmatan duniakah?
Tuhan Yesus sanggup menyingkirkan penghalang itu semua dari kehidupan kita agar kita dapat masuk lebih dalam dan mengalami kuasa Tuhan. Tuhan sanggup membebaskan kita dari perbudakan dosa. Tuhan sanggup menyelamatkan kita. Dan Tuhan Yesus pasti sanggup membangkitkan kita dari kematian rohani. Ya, Dia sanggup, terlebih sanggup. Haleluyah (3x).
Tuhan tidak melihat latar belakang hidup kita yang mungkin kacau balau, hancur. Tuhan tidak melihat dosa apa yang telah kita perbuat. Tuhan mau kita percaya bahwa Dia telah bangkit, mengalahkan maut dan hidup untuk selama-lamanya. Tuhan ingin kitapun mengalami kebangkitan itu. Bebas, lepas dari segala dosa ataupun segala belenggu yang mengikat kita. Ada kelepasan yang akan terjadi pada kita hari ini. Adakah kita percaya?

Dampak yang kedua.
Tidak salah merayakan Paskah dengan ibadah yang meriah dan gegap gempita. Tidak salah menghias gereja dengan tema-tema Paskah. Tidak salah kita saling berbagi makanan, mendengar kotbah yang menggairahkan khusus merayakan Paskah. Tetapi tidak berhenti sampai di situ, setelah kita mengalami kuasa kebangkitan Yesus, Tuhan pakai mau kita untuk memberitakan berita yang kudus dan tak terbinasakan tentang keselamatan yang kekal itu. Pergi memberitakan kabar bahwa Yesus telah bangkit dari kematian dan mengalahkan maut ke segala suku bangsa di dunia ini. Tuhan mau pakai kita menjadi berkat. Ijinkan Tuhan berkuasa penuh dalam kehidupan kita. Serahkan penuh semua yang kita miliki kepadaNya, dan biarkan Tuhan melakukan kehendakNya melalui hidup kita. Haleluyah. Amin.


Motivasi :
Dalam memperingati Paskah, kita wajiblah hati meluap-luap penuh rasa syukur karena begitu besar kasih TUHAN kepada kita sehingga DIA mau membebaskan kita dari dosa. DIA mati dan bangkit bagi kita. Ada doa yang terucap dari bibir ini, “Oh, TUHAN, terima kasih atas cintaMU bagi saya. ENGKAU rela mati bagiku. Haleluyah, ENGKAU bangkit dari kematian, sehingga akupun sekarang mengalami kebangkitan. Terima kasih atas pertolonganMU sehingga aku dapat mengarungi perjalanan hidup ini dengan berkemenangan. Tuhan, biar kehendakMu jadi dalam kehidupanku. Buat aku menjadi saksi Tuhan untuk memberitakan bahwa Yesus telah bangkit, menang atas maut. Memberitakan bahwa Yesus adalah juru selamat bagi umat manusia”. Amin.


Copy-Paste kode di bawah ini jika Anda ingin mempublikasikannya ulang untuk keperluan non-komersil. DILARANG memodifikasi separuh atau seluruh bagian dari kode tersebut.

*Widget By freedoo Baca Selengkapnya......

Renungan...

by Rinto Rain Barry Nainggolan
March 21 at 8:14pm


Mungkin perikop ini jarang disampaikan di dalam pertemuan-pertemuan ibadah. Atau dalam pertemuan komunitas sel, persekutuan-persekutuan Kristen, dan dalam pemahaman Alkitab. Tetapi yang jelas firman Tuhan berikut ini dituliskan Paulus untuk jemaat di Korintus. Adakah kita harus mengabaikan bagian firman Tuhan melalui tulisan Paulus ini??? Apakah Paulus menuliskannya tanpa alasan? Gembala, penatua, pendeta, pembimbing rohani di gereja sebaiknya harus tegas mengenai hal ini!
Saudara, berbagai alasan yang bisa kemukakan untuk mengabaikan firman Tuhan yang satu ini. Tetapi adakah firman Tuhan ini adalah hal yang usang, tidak perlu dilakukan lagi pada masa ini??? Keadaannya tidak sesuai lagi dengan jaman sekarang? Atau, adakah gereja sudah kompromi dengan kebiasaan dan trend di dunia ini? Entahlah, saya berharap seluruh gereja Tuhan yang menjawab hal ini.
Marilah kita membaca dengan teliti perikop di bawah ini :

1 KORINTUS 11: 1 – 16

1 Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.
2 Aku harus memuji kamu, sebab dalam segala sesuatu kamu tetap mengingat akan aku dan teguh berpegang pada ajaran yang kuteruskan kepadamu.
3 Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus ialah Allah.
4 Tiap-tiap laki-laki yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang bertudung, menghina kepalanya.
5 Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya.
6 Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya.
7 Sebab laki-laki tidak perlu menudungi kepalanya: ia menyinarkan gambaran dan kemuliaan Allah. Tetapi perempuan menyinarkan kemuliaan laki-laki.
8 Sebab laki-laki tidak berasal dari perempuan, tetapi perempuan berasal dari laki-laki.
9 Dan laki-laki tidak diciptakan karena perempuan, tetapi perempuan diciptakan karena laki-laki.
10 Sebab itu, perempuan harus memakai tanda wibawa di kepalanya oleh karena para malaikat.
11 Namun demikian, dalam Tuhan tidak ada perempuan tanpa laki-laki dan tidak ada laki-laki tanpa perempuan.
12 Sebab sama seperti perempuan berasal dari laki-laki, demikian pula laki-laki dilahirkan oleh perempuan; dan segala sesuatu berasal dari Allah.
13 Pertimbangkanlah sendiri: Patutkah perempuan berdoa kepada Allah dengan kepala yang tidak bertudung?
14 Bukankah alam sendiri menyatakan kepadamu, bahwa adalah kehinaan bagi laki-laki, jika ia berambut panjang,
15 tetapi bahwa adalah kehormatan bagi perempuan, jika ia berambut panjang? Sebab rambut diberikan kepada perempuan untuk menjadi penudung.
16 Tetapi jika ada orang yang mau membantah, kami maupun Jemaat-jemaat Allah tidak mempunyai kebiasaan yang demikian.

Hal-hal yang dapat kita pelajari :
1. Tiap-tiap laki-laki yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang bertudung, menghina kepalanya (ayat 4).
2. Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya.
3. Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya.
Sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya, maka haruslah ia juga menggunting rambutnya. Tetapi jika bagi perempuan adalah penghinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya.
4. Sebab itu, perempuan harus memakai tanda wibawa di kepalanya oleh karena para malaikat.
… karena para malaikat? Apa maksudnya?
Para malaikat diperintahkan untuk menjaga engkau. Jadi bayangkan jika perempuan tidak memakai tanda wibawa di kepalanya?
Perhatikan Mazmur 91:9-12
Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu,
malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu;
sebab malaikat-malaikat-Nya akan diperintahkan-Nya kepadamu untuk menjaga engkau di segala jalanmu.
Mereka akan menatang engkau di atas tangannya, supaya kakimu jangan terantuk kepada batu.
5. Pertimbangkanlah sendiri: Patutkah perempuan berdoa kepada Allah dengan kepala yang tidak bertudung?
Bukankah alam sendiri menyatakan kepadamu, bahwa adalah kehinaan bagi laki-laki, jika ia berambut panjang, tetapi bahwa adalah kehormatan bagi perempuan, jika ia berambut panjang? Sebab rambut diberikan kepada perempuan untuk menjadi penudung.

Dalam kenyataan di dalam gereja tidak memperhatikan lagi hal-hal di atas, seperti yang disampaikan Paulus.
Adakah gereja telah melanggar firman.
Adakah Anda berbantah-bantahan dengan mengatakan tidak apa-apa perempuan berambut pendek atau memotong rambutnya? “Dan pria berambut panjang, oke-oke saja?”
Mungkin Saudara berkata, “bagus juga perempuan berambut pendek?” “Cantik”.
Hemmm …
Saudara patut mempertimbangkan ulang hal ini.

Horas,
by Rinto Rain Barry Nainggolan

Copy-Paste kode di bawah ini jika Anda ingin mempublikasikannya ulang untuk keperluan non-komersil. DILARANG memodifikasi separuh atau seluruh bagian dari kode tersebut.

*Widget By freedoo Baca Selengkapnya......

Renungan

share by Rinto Rain Barry Nainggolan
March 15 at 6:50pm Reply



Roma 1 : 1 – 13

1 Saudara-saudara, keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka diselamatkan.
2 Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar.
3 Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah.
4 Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya.
5 Sebab Musa menulis tentang kebenaran karena hukum Taurat: "Orang yang melakukannya, akan hidup karenanya."
6 Tetapi kebenaran karena iman berkata demikian: "Jangan katakan di dalam hatimu: Siapakah akan naik ke sorga?", yaitu: untuk membawa Yesus turun,
7 atau: "Siapakah akan turun ke jurang maut?", yaitu: untuk membawa Kristus naik dari antara orang mati.
8 Tetapi apakah katanya? Ini: "Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu." Itulah firman iman, yang kami beritakan.
9 Sebab jika kamu mengaku dengan mulutmu, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hatimu, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kamu akan diselamatkan.
10 Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.
11 Karena Kitab Suci berkata: "Barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan."
12 Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya.
13 Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.

Dari perikop di atas ada beberapa hal yang dapat kita renungan :

1. Sungguh-sungguh giat untuk Allah, dengan pengertian yang benar.

Banyak orang giat dalam melayani tetapi tidak tahu persis apa yang mereka lakukan itu. Mungkin karena orang lain melakukan demikian merekapun melakukannya tetapi tidak jelas mengerti apa yang mereka sedang lakukan dan lebih parah lagi menuntut orang lain melakukannya demikian pula.
Untuk itulah setiap anak Tuhan yang melayani, harus dengan pengertian yang benar dengan dilandasi firman Tuhan. Atau firman Tuhan berkata apa terhadap pelayanan kita yang sungguh-sungguh giat untuk Allah itu. Jangan sampai kita disesatkan! Jangan kita melakukannya karena hikmat manusia atau pikiran pribadi.



Coba kita lihat contoh di dalam Lukas 10:38
Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.
Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,
sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: "Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku."
Tetapi Tuhan menjawabnya: "Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,
tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya."

Kita ambil contoh lain yang sering terjadi di gereja Tuhan abad ini :

* bahasa roh
Tidak ada yang salah dengan giat berbahasa roh. Perlu diingat berbahasa roh itu adalah tanda bagi orang yang tidak beriman (1 Korintus 14:22).
Tetapi orang berbahasa roh karena suatu kebiasaan dalam ibadah dan tanpa pengertian yang benar maka tidak berguna!
Saya pernah mendengar baru-baru ini suatu persekutuan mengajarkan jemaat yang hadir agar berbahasa roh dengan keras, dan pada waktu makanpun berbahasa roh. Bahkan ada yang mengajarkan lafal bahasa roh. Bahasa roh tidak dapat diajarkan! Bahasa roh adalah karunia dari Tuhan. Apakah semua orang yang lahir baru harus berbahasa roh??? (Mungkin kalangan karismatik terkejut mendengat hal ini) Tidak ada satu ayatpun di dalam Alkitab yang mengatakan demikian.
Saya berharap agar setiap kita yang percaya agar membaca Alkitab dan belajar darinya, agar tidak disesatkan! Mari kita meminta kepada Allah hikmat untuk mengetahui rahasia yang terkandung dalam firmanNya.
Tuhan berkenan jika seseorang memiliki iman, bukan yang lain. Bukan karena kita punya karunia yang hebat bagi kebanyakan orang.

* Perjamuan Kudus
Perjamuan Kudus bukanlah dilakukan karena kebiasaan yang dilakukan gereja tiap awal bulan atau waktu-waktu yang ditentukan oleh gereja, bahkan setiap minggu. Bukan karena kebiasaan, tetapi ada makna yang terkandung di dalamnya dan tidaklah dilakukan dengan sembarangan.

Kalau kita membaca 1 Korintus 11:23-31,
Sebab apa yang telah kuteruskan kepadamu, telah aku terima dari Tuhan, yaitu bahwa Tuhan Yesus, pada malam waktu Ia diserahkan, mengambil roti
dan sesudah itu Ia mengucap syukur atasnya; Ia memecah-mecahkannya dan berkata: "Inilah tubuh-Ku, yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan Aku!"
Demikian juga Ia mengambil cawan, sesudah makan, lalu berkata: "Cawan ini adalah perjanjian baru yang dimeteraikan oleh darah-Ku; perbuatlah ini, setiap kali kamu meminumnya, menjadi peringatan akan Aku!"
Sebab setiap kali kamu makan roti ini dan minum cawan ini, kamu memberitakan kematian Tuhan sampai Ia datang.
Jadi barangsiapa dengan cara yang tidak layak makan roti atau minum cawan Tuhan, ia berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan.
Karena itu hendaklah tiap-tiap orang menguji dirinya sendiri dan baru sesudah itu ia makan roti dan minum dari cawan itu.
Karena barangsiapa makan dan minum tanpa mengakui tubuh Tuhan, ia mendatangkan hukuman atas dirinya.
Sebab itu banyak di antara kamu yang lemah dan sakit, dan tidak sedikit yang meninggal.
Kalau kita menguji diri kita sendiri, hukuman tidak menimpa kita.

Saya percaya ada kuasa di dalam perjamuan yang kita sebut Perjamuan Kudus (di dalam Alkitab disebut dengan perjamuan saja, atau perjamuan malam, dan lain sebagainya). Mungkin ini pula yang menyebabkan ada gereja yang menggabungkan pelayanan Perjamuan Kudus dengan pelayanan kesembuhan ilahi atau mukjizat kesembuhan. Tetapi jika ada orang atau jemaat mengganggap bahwa dengan perjamuan itu mereka disembuhkan adalah sesuatu yang keliru! Roti dan anggur yang kita makan dan minum tidak berarti apa-apa tanpa pengertian kita yang benar. Roti dan anggur hanyalah benda ciptaan Tuhan yang dipakai dalam perjamuan, tetapi percayai dan dengarkanlah Tuhan Sang Pencipta itu sendiri.
Perjamuan sebenarnya diadakan sebagai peringatan akan Tuhan! Bahwa Tuhan Yesus mati bagi semua orang untuk menebus dosa-dosa dan memberikan kehidupan yang kekal bagi kita.
Dan itu yang kita beritakan! Bukan hanya mukjizatnya!

2. Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya.

Musa menulis tentang kebenaran karena hukum Taurat: "Orang yang melakukannya, akan hidup karenanya. Hukum taurat tidaklah menyelamatkan kita. Ingat ketika seorang muda yang bertanya kepada Yesus, "Guru, perbuatan baik apakah yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" (Matius 19:16-24). Dia sudah menuruti perintah Allah atau hukum Taurat. Tetapi itu tidaklah cukup. Dia harus datang dan mengikut Yesus!

Kebenaran karena iman berkata "Firman itu dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu”. Jika kita mengaku dengan mulut, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hati, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kita akan diselamatkan.

Jadi orang diselamatkan dan dibenarkan bukan karena melakukan hukum Taurat, tetapi karena kita mengaku dengan mulut, bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dalam hati, bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, maka kita akan diselamatkan.
Baru kemudian kita melakukan firman Allah dalam kehidupan sehari-hari.
Terpujilah Tuhan, barangsiapa yang percaya kepada Dia, tidak akan dipermalukan.

3. Sebab tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan orang Yunani. Karena, Allah yang satu itu adalah Tuhan dari semua orang, kaya bagi semua orang yang berseru kepada-Nya.
Sebab, barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan, akan diselamatkan.

Tidak karena hamba Tuhan yang berdoa bagimu, yang menyebabkan kamu diselamatkan, tetapi karena kamu berseru kepada Tuhan. Semua kita sama dihadapan Tuhan.Tuhan tidak pernah membeda-bedakan suku, ras, agama, antar golongan. Tuhan mendengarkan semua orang yang percaya kepada-Nya dan berseru di dalam nama Yesus Kristus Tuhan.


Haleluyah.
Horas,
Rinto Rain Barry Nainggolan


Copy-Paste kode di bawah ini jika Anda ingin mempublikasikannya ulang untuk keperluan non-komersil. DILARANG memodifikasi separuh atau seluruh bagian dari kode tersebut.

*Widget By freedoo Baca Selengkapnya......

RIWAYAT MUSA

share by Rinto Rain Barry Nainggolan
March 10 at 10:10pm Reply
Keluaran 2 : 1 – 15

1 Seorang laki-laki dari keluarga Lewi kawin dengan seorang perempuan Lewi;
2 lalu mengandunglah ia dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik, disembunyikannya tiga bulan lamanya.
3 Tetapi ia tidak dapat menyembunyikannya lebih lama lagi, sebab itu diambilnya sebuah peti pandan, dipakalnya dengan gala-gala dan ter, diletakkannya bayi itu di dalamnya dan ditaruhnya peti itu di tengah-tengah teberau di tepi sungai Nil;
4 kakaknya perempuan berdiri di tempat yang agak jauh untuk melihat, apakah yang akan terjadi dengan dia.
5 Maka datanglah puteri Firaun untuk mandi di sungai Nil, sedang dayang-dayangnya berjalan-jalan di tepi sungai Nil, lalu terlihatlah olehnya peti yang di tengah-tengah teberau itu, maka disuruhnya hambanya perempuan untuk mengambilnya.
6 Ketika dibukanya, dilihatnya bayi itu, dan tampaklah anak itu menangis, sehingga belas kasihanlah ia kepadanya dan berkata: "Tentulah ini bayi orang Ibrani."
7 Lalu bertanyalah kakak anak itu kepada puteri Firaun: "Akan kupanggilkah bagi tuan puteri seorang inang penyusu dari perempuan Ibrani untuk menyusukan bayi itu bagi tuan puteri?"
8 Sahut puteri Firaun kepadanya: "Baiklah." Lalu pergilah gadis itu memanggil ibu bayi itu.
9 Maka berkatalah puteri Firaun kepada ibu itu: "Bawalah bayi ini dan susukanlah dia bagiku, maka aku akan memberi upah kepadamu." Kemudian perempuan itu mengambil bayi itu dan menyusuinya.
10 Ketika anak itu telah besar, dibawanyalah kepada puteri Firaun, yang mengangkatnya menjadi anaknya, dan menamainya Musa, sebab katanya: "Karena aku telah menariknya dari air."
11 Pada waktu itu, ketika Musa telah dewasa, ia keluar mendapatkan saudara-saudaranya untuk melihat kerja paksa mereka; lalu dilihatnyalah seorang Mesir memukul seorang Ibrani, seorang dari saudara-saudaranya itu.
12 Ia menoleh ke sana sini dan ketika dilihatnya tidak ada orang, dibunuhnya orang Mesir itu, dan disembunyikannya mayatnya dalam pasir.
13 Ketika keesokan harinya ia keluar lagi, didapatinya dua orang Ibrani tengah berkelahi. Ia bertanya kepada yang bersalah itu: "Mengapa engkau pukul temanmu?"
14 Tetapi jawabnya: "Siapakah yang mengangkat engkau menjadi pemimpin dan hakim atas kami? Apakah engkau bermaksud membunuh aku, sama seperti engkau telah membunuh orang Mesir itu?" Musa menjadi takut, sebab pikirnya: "Tentulah perkara itu telah ketahuan."
15 Ketika Firaun mendengar tentang perkara itu, dicarinya ikhtiar untuk membunuh Musa. Tetapi Musa melarikan diri dari hadapan Firaun dan tiba di tanah Midian, lalu ia duduk-duduk di tepi sebuah sumur.

Inilah awal kisah Musa. Pertanyaannya mengapa Musa yang dipilih oleh Allah untuk membawa bangsa Israel keluar dari perbudakan Mesir?
Orang tua Musa adalah seorang yang tinggal di rumah seorang Lewi yang menikah dengan anak perempuan seorang Lewi.
(tafsiran ini diambil berdasarkan terjemahan dari AV – 1769 Authorised Version (KJV)).
Pada masa kecilnya dia harus mengalami disembunyikan agar tidak dibunuh atas perintah firaun dan dilepaskan ibunya ke sungai Nil untuk menghidari ditemukan. Di sinilah kehidupan Musa bermula ketika dia ditemukan putri firaun. Kebetulankah? Saya percaya ada destination/tujuan Allah terhadap kehidupan seseorang. Musa tidak mati dibunuh, sementara banyak bayi-bayi lain harus meregang nyawa. Tuhan membangkitkan belas kasihan putri firaun agar tidak menyerahkan Musa kecil kepada firaun untuk dibunuh. Pada masa kecil Musa tetap diasuh ibunya dan pendidikan usia dininya ditangan ibunya seorang keturunan Lewi, bangsa Isreal. Didikan ini pulalah yang mempengaruhi watak Musa. Ingat, pendidikan di usia dini sangat mempengaruhi sifat dan watak dari seseorang. Dia cinta kepada kaumnya dan seorang pembela bagi kaumnya. Itulah yang menyebabkan Musa membunuh seorang Mesir yang memukul seorang Ibrani, seorang dari saudara-saudara sebangsanya.

Mengapa Musa yang dipilih Allah untuk membawa bangsa Israel keluar dari perbudakan Mesir??? Musa adalah dari keturunan suku Lewi. Bukankah Suku Yehuda yang dinubuatkan Yakub seperti yang dituliskan dalam Kejadian 49:8-12 yang akan menjadi pemimpin?

Dan fakta hidup Musa …

a. Musa adalah seorang buron kasus pembunuhan di Mesir
Lihat Kejadian 2 ayat 12

b. Lagi pula Musa tidak pandai bicara
Lalu kata Musa kepada TUHAN: "Ah, Tuhan, aku ini tidak pandai bicara, dahulupun tidak dan sejak Engkau berfirman kepada hamba-Mupun tidak, sebab aku berat mulut dan berat lidah." (Keluaran 4:10)

c. Tidak didengar Orang
Tetapi Musa berkata di hadapan TUHAN: "Orang Israel sendiri tidak mendengarkan aku, bagaimanakah mungkin Firaun akan mendengarkan aku, aku seorang yang tidak petah lidahnya!" (Keluaran 6:12)

Mengapa Allah memilih Musa?
Jawabannya sederhana ...
1. Tuhan mengenal nama Musa dan Musa mendapat kasih karunia dihadapan Allah.



Lalu berkatalah Musa kepada TUHAN: "Memang Engkau berfirman kepadaku: Suruhlah bangsa ini berangkat, tetapi Engkau tidak memberitahukan kepadaku, siapa yang akan Kauutus bersama-sama dengan aku. Namun demikian Engkau berfirman: Aku mengenal namamu dan juga engkau mendapat kasih karunia di hadapan-Ku. (Keluaran 33:12)

Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: "Juga hal yang telah kaukatakan ini akan Kulakukan, karena engkau telah mendapat kasih karunia di hadapan-Ku dan Aku mengenal engkau." (Keluaran 33:17)

2. Musa karib dengan Allah

Berkatalah Musa kepada Harun: "Inilah yang difirmankan TUHAN: Kepada orang yang karib kepada-Ku Kunyatakan kekudusan-Ku, dan di muka seluruh bangsa itu akan Kuperlihatkan kemuliaan-Ku." Dan Harun berdiam diri. (Imamat 10:3)

Dan TUHAN berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya; kemudian kembalilah ia ke perkemahan. Tetapi abdinya, Yosua bin Nun, seorang yang masih muda, tidaklah meninggalkan kemah itu. (Keluaran 33:11)

3. Musa lembut hatinya

Adapun Musa ialah seorang yang sangat lembut hatinya, lebih dari setiap manusia yang di atas muka bumi. (Bilangan 12:3)

4. Bergantung sepenuhnya kepada Allah

Berkatalah Musa kepada-Nya: "Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini. (Keluaran 33:15)

Suatu pengalaman berkenaan dengan cita-cita :
Saya dilayani pertobatan dan lahir baru di jakarta tahun 1991 sewaktu masih SMA di Jakarta Timur, yaitu di pelayanan Dulos yang dipimpin oleh Bapak Dr. Ruyandi Hutasoit. Tetapi kerohanian tidak bertumbuh karena tidak ada pembimbingan yang intensif. Tahun 1992 saya melanjutkan study ke Bandung. Di Bandung pada awalnya saya enggan untuk ikut persekutuan. Tetapi karena ajakan berkali-kali dari teman satu kontrakan, sayapun bersedia untuk ikut ke persekutuan. Itu terjadi kira-kira tahun 1993. Setelah mengalami kasih dan kuasa Tuhan, sayapun akhirnya memutuskan untuk mengenal Tuhan lebih dalam lagi. Saya pun ikut dalam pembinaan kerohanian dengan Pemahaman Alkitab di persekutuan Boromeus. Dan tahun 1999, sayapun pernah di tahbiskan menjadi seorang diaken. Bersyukur setelah tahun 1993 itu, saya melayani dalam berbagai bidang di antaranya membuka persekutuan; pelayanan misi ke daerah-daerah seperti Tulang Bawang-desa Balian - Lampung, Losari, Purwakarta, Pangandaran, Pameungpeuk, Pati; Pembicara di berbagai persekutuan di Bandung; pembicara dalam seminar, dan lain-lain; Salah satunya yang akan saya saksikan berikut ini :
Semasa kecil saya bercita-cita menjadi seorang tentara. Tetapi karena tinggi tubuh saya hanya 158 sehingga tidak mungkin lolos seleksi, maka sayapun mengubur cita-cita itu. (saya akhirnya menemukan panggilan hidup sebagai seorang guru/pendidik) Tuhan adalah penghibur bagiku terhadap cita-citaku. Suatu waktu, saya diundang dengan undangan resmi sebanyak dua kali yang ditandatangani seorang Letkol untuk melayani persekutuan hari jumat tentara-tentara Kristen sesko TNI di jalan Aceh, Bandung sekitar tahun 1997. Sayapun ragu untuk menerima tawaran ini. (Perlu saya sampaikan, saya sebenarnya seorang yang demam panggung, tidak pandai bicara) tetapi karena tidak ada alasan untuk menolak, maka sayapun memberanikan diri untuk melayani di sana. Saya berpikir akan melayani tentara-tentara yang baru pelatihan. Ketika hari yang ditentukan sayapun menghadiri persekutuan tersebut. Ketika hendak memasuki ruangan persekutuan saya disambut seorang prajurit yang memberi hormat dan bahkan ketika masuk ke dalam ruangan saya disambut peserta persekutuan yang dipenuhi sejumlah tentara dengan berdiri sambil memberi hormat pula. (dalam keadaan ini, saya merasa asing karena tidak pernah mengalami sebelumnya) Ketika saya memperhatikan peserta persekutuan yang datang saat itu sayapun kaget ternyata yang hadir tidak seperti yang saya bayangkan. Yang hadir diantaranya ada tentara berpangkat kopral, sersan, kapten, mayor, letnan kolonel, dan brigadir jendral (bintang satu). Pada waktu itu saya dengan percaya diri memberitakan firman Tuhan dengan berani. Setelah melayani di sana, seakan-akan Tuhan memberi penghiburan kepada saya, bahwa walaupun saya tidak menjadi seorang tentara seperti cita-cita masa kecil, tetapi setidak-tidaknya saya pernah melayani tentara, dihormati tentara, disalami tentara.
Haleluyah. Terpujilah nama Tuhan. Amin.
Adakah saudara meragukan kasih dan kuasa Tuhan???
Mari alami kasih dan kuasa Tuhan.
Mari alami persekutuan indah dengan Tuhan.
Tuhan memberkati kita.
Horas,
Rinto Rain Barry Nainggolan

Copy-Paste kode di bawah ini jika Anda ingin mempublikasikannya ulang untuk keperluan non-komersil. DILARANG memodifikasi separuh atau seluruh bagian dari kode tersebut.

*Widget By freedoo Baca Selengkapnya......

Renungan

share by Rinto Rain Barry Nainggolan
March 2, 2010 at 11:52pm 

1 TESALONIKA 4 : 1 – 12

1 Akhirnya, saudara-saudara, kami minta dan nasihatkan kamu dalam Tuhan Yesus: Kamu telah mendengar dari kami bagaimana kamu harus hidup supaya berkenan kepada Allah. Hal itu memang telah kamu turuti, tetapi baiklah kamu melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi.
2 Kamu tahu juga petunjuk-petunjuk mana yang telah kami berikan kepadamu atas nama Tuhan Yesus.
3 Karena inilah kehendak Allah: pengudusanmu, yaitu supaya kamu menjauhi percabulan,
4 supaya kamu masing-masing mengambil seorang perempuan menjadi isterimu sendiri dan hidup di dalam pengudusan dan penghormatan,
5 bukan di dalam keinginan hawa nafsu, seperti yang dibuat oleh orang-orang yang tidak mengenal Allah,6 dan supaya dalam hal-hal ini orang jangan memperlakukan saudaranya dengan tidak baik atau memperdayakannya. Karena Tuhan adalah pembalas dari semuanya ini, seperti yang telah kami katakan dan tegaskan dahulu kepadamu.
7 Allah memanggil kita bukan untuk melakukan apa yang cemar, melainkan apa yang kudus.
8 Karena itu siapa yang menolak ini bukanlah menolak manusia, melainkan menolak Allah yang telah memberikan juga Roh-Nya yang kudus kepada kamu.
9 Tentang kasih persaudaraan tidak perlu dituliskan kepadamu, karena kamu sendiri telah belajar kasih mengasihi dari Allah.
10 Hal itu kamu lakukan juga terhadap semua saudara di seluruh wilayah Makedonia. Tetapi kami menasihati kamu, saudara-saudara, supaya kamu lebih bersungguh-sungguh lagi melakukannya.
11 Dan anggaplah sebagai suatu kehormatan untuk hidup tenang, untuk mengurus persoalan-persoalan sendiri dan bekerja dengan tangan, seperti yang telah kami pesankan kepadamu,
12 sehingga kamu hidup sebagai orang-orang yang sopan di mata orang luar dan tidak bergantung pada mereka.


Renungan :

Yang pertama : hidup berkenan kepada Allah.
Dikatakan bahwa jemaat di Tesalonika telah menuruti hidup berkenan kepada Allah. Paulus tidak berhenti dengan kalimat dalam suratnya yang dikirimkan kepada jemaat Tesalonika. Dikatakan “tetapi baiklah kamu melakukannya lebih bersungguh-sungguh lagi”.
Dalam Alkitab King’s James Version, kalimat akhir pada ayat 1 : abound more and more = berkelimpahan lebih dan lebih lagi.
Jemaat Tesalonika menuruti untuk hidup berkenan kepada Allah, namun ada ukurannya hidup berkenan kepada Allah dan jemaat harus melakukannya dengan lebih bersungguh-sungguh lagi. Kita bisa melihat salah satu contoh kisah Nuh dalam Kitab Kejadian 6 : 22, Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya. Itulah hidup yang berkenan kepada Allah. Bacalah Alkitab untuk mengetahui perintah Allah bagi kita.

Yang kedua : kasih persaudaraan
Hal itu kamu lakukan juga terhadap semua saudara di seluruh wilayah Makedonia (lihat ayat 10). Luar biasa, jemaat di Tesalonika telah melakukan kasih persaudaraan bahkan di seluruh wilayah Makedonia.
Yang menarik adalah kalimat, Tetapi kami menasihati kamu, saudara-saudara, supaya kamu lebih bersungguh-sungguh lagi melakukannya.
Dua kalimat ini seakan-akan kontradiktif atau bertentangan. Di satu sisi, jemaat Tesalonika sudah melakukan kasih persaudaraan di seluruh wliayah Makedonia dan di sisi yang lain mereka dinasihati supaya melakukannya dengan lebih sungguh-sungguh lagi.
Hemmm …
Iya, memang jemaat Tesalonika sudah melakukan kasih persaudaraan, hanya harus lebih bersungguh-sungguh lagi. Seperti umumnya kita mengasihi saudara seiman dan juga orang lain, kita melakukannya seperti biasanya orang melakukannya. Saling tolong menolong, berbagi, berempati satu dengan yang lain, bertegur sapa, saling mendoakan, makan bersama, saling memperhatikan, dan lain sebagainya sedemikian itu saya percaya itupun dilakukan oleh jemaat Tesalonika.
Apa maksudnya?
Kasih persaudaraan yang demikianpun dilakukan oleh orang yang belum percaya! Mungkin mereka melakukannya lebih baik (bukan bermaksud untuk menarik kesimpulan yang demikian). Dan jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka. (Lukas 6:32)
Dalam Alkitab King’s James Version, kalimat akhir pada ayat 10 : increase more and more = bertambah, meningkat lebih dan lebih lagi. Jadi seharusnya kita mengasihi harus meningkat lebih dan lebih lagi menuju kesempurnaan kasih seperti yang Tuhan kehendaki dalam Yohanes 15 : 13, yaitu tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya.
Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. (Matius 22 : 39)
Mudah diucapkan, tetapi tentu kita mengerti tidak mudah untuk melakukannya. Saya coba untuk menggambarkan mengasihi orang lain seperti mengasihi diri sendiri.
Ada sebuah kisah, seorang karyawan perusahaan kontraktor di mana dia bertugas sebagai supervisor pembangunan rumah-rumah dan vila. Dia bekerja begitu profesional, disiplin dan hasil pembangunan rumah-rumah dan vila itu bagus, rapih dan kualitasnya baik pula. Dia seorang pekerja keras dan sangat dipercaya oleh atasannya. Dia sudah bekerja dengan atasannya begitu lama, tetapi kurang mendapat penghargaan yang cukup. Gajinya sudah sekian tahun tidak naik. Bahkan rumahpun dia tidak punya bahkan sekarang masih mengontrak rumah. Di dalam hatinya dia menanti-nantikan memiliki rumah sendiri yang bagus. Kelama-lamaan timbul kekesalan dan kekecewaan di dalam hatinya kepada atasannya. Suatu waktu dia dipanggil atasannya dan diberi perintah untuk membangun sebuah rumah. Rumah itu harus besar, megah dan kualitasnya harus bagus. Dengan bersungut-sungut dia menerima perintah untuk membangun tersebut. Dia berpikir untuk membangun rumah itu asal-asalan saja. Karena kekecewaannya kepada atasannya, dia hendak membangun rumah itu dengan kualitasnya biasa. Bahan bangunan yang digunakan dipilih yang biasa pula. Singkatnya dia membangun rumah itu seadanya. Sampai waktu yang ditentukan, diapun menyelesaikan tugas tersebut, lalu menghadap dan melaporkannya kepada sang atasan. Sang atasan memuji supervisioner atas semua pekerjaannya selama ini. Dan ingin memberikan sebuah hadiah kepadanya. Dan hadiah itu adalah sebuah rumah, yaitu rumah yang terakhir dibangun oleh supervisor. Ketika mendengar hal itu, supervisor tertunduk lesu dan tidak menyangka bahwa rumah yang di bangun terakhir dengan seadanya itu adalah rumah yang dihadiahkan kepadanya. Dengan sedih dia harus menerima kenyataan, yang dia pikir rumah itu di bangun untuk orang lain, ternyata adalah miliknya. Jikalau dia membangun dengan sungguh-sungguh, maka dia akan memiliki rumah yang bagus, rapih dan kualitasnya baik.

Saudara yang dikasihi Tuhan. Marilah kita melakukannya dengan dengan lebih bersungguh-sungguh. Amin.
Horas,
Rinto Rain Barry Nainggolan

Copy-Paste kode di bawah ini jika Anda ingin mempublikasikannya ulang untuk keperluan non-komersil. DILARANG memodifikasi separuh atau seluruh bagian dari kode tersebut.

*Widget By freedoo Baca Selengkapnya......

SAAT HARAPAN TIDAK SESUAI DENGAN KENYATAAN

Share aditya Souisa
Today at 3:10am
( kesaksian seorang bapa yang mengalami Mujizat dari TUHAN dengan caraNya yang sangat luuar biasa,,,)

pada suatu saat ada seorang bapak di suatu kota (lupa yyah kotanya dimana?? =) ) dia sedang mengalami suatu keadaan yang sangat sulit menurut pemuikiran bapak tersebut, dia mempunyai keinginan yang sangat besar untuk menyekolahkan anaknya di salah satu sekolah kristen yang terkenal di kota bandung, bapak ini ingin sekali menyekolahkan anaknya ini di sekolah itu dengan mengikuti program akselerasi (yang hanya 2 tahun ituu lhoo..), ia sadar keinginannya itu tidak membutuhkan uang sediikit,.

singkat cerita bapak ini berhasil mengumpulkan uang yang cukup untuk menyekollahkan anaknya ini ke sekolah yang diinginkan di kota bandung dengan program akselerasi seperti apa yang diinginkannya,
pada saat hari H nya bapak ini akan membayarkan uangnya ini untuk mendaftarkan sekolah anaknya, ada suatu kejadian yang sangat mengejutkan dan menyakitkan bagi keluarga bapak ini, ia harus menerima kenyataan pahit bahwa isterinya menderita tomor otak yang sudah cukup parah dan harus segaera mendapatkan penanganan khusus dari dokter,

bapak ini diiperhadapkan pada dua kenyataan yang harus ia putuskan segera,
terpaksa ia pun memutuskan untuk terlebih dahulu mempergunakan uang yang telah ia kumpulkan untuk sekolah anaknya itu untuk biaya operasi tumor otak yang di derita istrinya itu, dan terpaksa mengurungkan harapannya untuk dapat menyekolahkan anaknya itu ke sekolah yang sangat bapak ini harapkan, karena ia fikir tidak mungkin ia harus tega melihat istrinya menahan sakit yang bisa saja itu merenggut nyawanya,

dan akhirnya istrinya pun menjalani operasi penyakitnya itu dengan biaya yang sangat mahal, setelah proses operasi selesai, istrinya ini diperbolehkan pulang ke rumahnya dengan kondisi kepala yang masih terbungkus oleh perban bekas jahitaN pasca operasi,

bapak iyu berfikir stelah operasi berjalan lancar, masalah yang dihadapi oleh keluarganya telah berakhir,,, tapii ternyata BELUUM BERAKHIR RENCANA TUHAN yang akan dia hadapi selanjutnya..

jahitan pasca operasi ini tidak lekas mengering, bapak iyi berasumsi bahwa gula darah istrinya tinggi, tapi setelah di cek ke dokter, gula darahnya normal, bapak ini bingung dibuatnya,,
satu hal yang ia pertanyakan, "Lantas apa yang membuat jahitan dikepala isrterinya tidak lekas mengering...???"

ternyattaaaa... Jaruum bekas jahitan masih menancap di kepala istrinya...

ngerrrriii kaaann???

bapak ini haRus segera mengambil keputusan untuk mencabut jarum yang masih menancap di kepala ibinya, dan yang terlintas di fikirannya hanya biaya yang sanmgat besar yang harus ia keluarkan untuk melakukan pengangkatan jarum yang ketinggalan di kepalanya,

yang hanya ia bisa lakukan adalah ia memohon dan berseru pada Tuhan,ia serahkan segala kekhawatirannya pada kehendakNya,
di tengah tengah masalah yang sedang ia hadapi, mezbah keluarga tidak pernah ia tinggalkan, ia mengajak anak dan istrinya untuk mezbah keluarga, ia terus memperkatakan bahwa TUHAN YESUS SANGAT BAIK DALAM KEHIDUPANNYA, pada saat ia tengah memohon akan mujizat Tuhan, Tangan Tuhan yang bekerja atas semua maslahnya, dan saudara tahu apa yang tterjadi???
Jarum yang tadinya menancap begitu saja terlepas dari kepala istrinya dan seketika itu juga jahitan di keplanya laun laun semakin mengering dan mengering.. sungguh sangat luar biasa sekali apa yang sudah Than lakukan dalam hidupnya,,

kebaikan Tuhan tidak sampai disitu saja saudara,
dalam waktu yang sanagt singakat Tuhan mengirimkan seseorang yang menyanggupi membiayai sakolah anaknya di sekolah yang bapak ini sangat idam idamkan dengan segala sesuatu yang telah dipersiapkan oleh orang tersebut, bahkan orang itu menjanjikan akan membiayai sekolah anaknya tidak cukup hanya sampai SMA, bahkan hingga perguruan tinggi pun, ia sanggup menanggung segala biayanya. oo HALELUYAA TUHAN KITA LUAR BIASA.


iii sangat LUAR BIASA banget yyah,,,
disinilah, saat sesuatu yang kita harapkan gak sesuai dengan apa yang kita dapatkan,,,
memang secara manusia, kita pasti kecewa beraaat, tapi kita kudu coba terus berpengharapan dan menyerahkan segala maslah kita ma GOD, akal dan kekuatan kita gak sebanding dengan kekuatannya GOD., dan tetap setia berkata bahwa GOD is GOOD. AMIIIIN???

bapak ini memberiikan rahasia agar kita tetap tenang pada saat kita diperhadapkan pada kondisi yang gak sesuai dengan apa yang kita harapkan..
1. Kita harus bsa melihat matahari dibalik awan hitam yang ada.
maksudnya pada saat kita mengalami pergumulan, kita harus tau bahwa semuanya akan berakhir dengan baik, so,,tetaplah jalani semuanya dengan tenang dan berserah aja...

2. Kita harus mengerti bahwa rancangan GOD itu lebih BESAR dari rancangan kita..

3. kita juga harus sadar kalu di hidup kita itu GOD yang berperkara dalam segala hal, jangan sok jago dan sok pintar, libatkan Tuhan dalam segala perkara..

4. Fokus kita adalah TUHAN bukan masalah yang sedang kita hadapi...

bukankah Firman Tuhan berkata bahwa Persoalan yang Tuhan berikan itu adalah pencobaan yang biasa bukan??
soo tetap tinggal tenang agar kamu daapat berdoa, dan libatkan GOD dalam setiap kehidupan kita,, AMIIIIIIINN??
GOD BLESS YOU ALLL...


Copy-Paste kode di bawah ini jika Anda ingin mempublikasikannya ulang untuk keperluan non-komersil. DILARANG memodifikasi separuh atau seluruh bagian dari kode tersebut.

*Widget By freedoo Baca Selengkapnya......

Mission trip and Ministry


Tgl 16 s/d 19 jan 2010 adalah mission trip and ministry team depmus gbi sukawarna bandung ini adalah pelayanan ke2 ke kota medan bagi team choir…..seluruh asa tercampur dalam hati dan pikirian setiap kami team choir yang sebagian besar adalah orang batak bahkan sebagian dari kami lahir dan dibesarkan di kota medan. Pelayanan ke kota ini memiliki banyak nilai bagi setiap kami, korban, pergumulan, waktu tenaga bahkan kami harus melupakan semua masalah yang ada demi membawa api pujian dan penyembahan yang diharapkan kelak mampu membangkit kan roh jemaat kota medan.

Sesaat saya mencoba merenung betapa kebaikan Tuhan tudak pernah habis-habisnya bagi seriap kami, misi ke kota medan ini tidak pernah ada dalam benak dan pikiran seriap kami bahkan bermimpi sekalipun. Dengan full team kami berushan memberikan yang terbaik. Seperti yang kami dapat dari ketua perbesar kapasitas dan menabur lebih lagi maka kita akan lihat sejauh mana Tangan Tuhan akan berkarya untuk pelayanan kita. Kesatuan hati dan setia itu merupakan harga mutlak bagi team. Dalam kondisi apapun kita dalam masalah apapun itu tetap pandang Tuhan. Secara pribadi mungkin pelayanan ke medan cukup menyita banyak segala sesuatunya. Dengan segala keterbatasan dan mungkin keadaan yang tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Tapi secara pribadi saya beriman itu adalah korban dan sesuatu yang kami tabur. Karna apa yang kita ikat di bumi akan terikat di surga. Sebagai tentara Allah kami harus senantiasa tetap berjaga-jaga dan mengucap syukur, apabila suatu hari nanti pemimpin kami berkata “mari pergi ke bangsa-bangsa” kami siap dengan kondisi dan keadaan apapun.

So guy’s, seberat apapun pelayananmu, sekecil apapun pelayananmu, apapun kondisi dan keadaan pelayananmu, tetap setia. semua itu bernilai di hadapan Tuhan percayalah, jangan pernah berhenti menabur jangan pernah berhenti mengucap syukur. Tetap taat kepada pemimpinmu walau terkadang itu adalah hal terakhir yang ingin kau hindari. kelak cepat atau lambat kita akan mengerti sebuah pelayanan adalah sebuah kasih karunia dan tidak setiap orang memiliki kesempatan itu...tetap dalam iman setia mu....amen
GOD bless you!
by freedoo

“This Note for my leader who we respect”

click here link to this album

Copy-Paste kode di bawah ini jika Anda ingin mempublikasikannya ulang untuk keperluan non-komersil. DILARANG memodifikasi separuh atau seluruh bagian dari kode tersebut.

*Widget By freedoo Baca Selengkapnya......

Pelayanan





Copy-Paste kode di bawah ini jika Anda ingin mempublikasikannya ulang untuk keperluan non-komersil. DILARANG memodifikasi separuh atau seluruh bagian dari kode tersebut.

*Widget By freedoo Baca Selengkapnya......

I miss you Mom.....

share by dodo
Jakarta, dec, 22 2009
" Dear Mom, walau mama sekarang sudah tidak ada lagi bersama-sama dengan ayah, abang dan adek...kami selalu mencintai mu. aku terlalu percaya mama berada di pangkuan Bapa tercinta......

tetap lah tersenyum untuk kami ma....menjalani sisa waktu kami di dunia ini yang semakin egois dan jauh dari cinta......
jejak kasih sayang cinta perlindungan doa dan dekapan erat pelukan mu...
itu yang membuat kami tetap tersenyum.

walau waktu yang kita jalani bersama tidak banyak....bahkan aku belum bisa membuat mu tersenyum lega saat kami dapat melalui masalah demi malah.
tapi semua kasih sayang, keringat, darah dan cucuran air mata yang mama beri untuk kami akan menjadi pegangan untuk kami semua.....

tersenyum lah ma....tak perlu menagisi kami yang terkadang egois....kami melakukan apa saja, tanpa sadar itu melukai orang lain bahkan hati mu.....

aku masih ingat degan secepat kilat disaat aku terantuk dan jatuh dengan segera engkau merengkuh aku dalam dekapan penyesalan....."


Aku tetap berharap belaian lembut tangan mu.....tidak luntur dari ingatan ku....

bisikan lembut suara mu...yang menenangkan kami dari mimpi buruk....di saat kecil, tak tertutupi oleh kerasnya kami menagis...merindukan mu.....


Dear God...
salam buat mama di surga, selamat hari ibu.
sampaikan berkat kasih sayang yang luarbiasa sampai dengan hari ini aku masih bisa meneteskan air mata saat merindukan nya.....

i miss you...

buat mama tercinta
di surga.....
selamat hari ibu.....

Copy-Paste kode di bawah ini jika Anda ingin mempublikasikannya ulang untuk keperluan non-komersil. DILARANG memodifikasi separuh atau seluruh bagian dari kode tersebut.

*Widget By freedoo Baca Selengkapnya......

Cari kebaikan bukan kejahatan

Mencari yang baik dan tidak jahat, supaya kamu hidup, maka TUHAN, Allah semesta alam akan menyertai Anda, ketika Anda berbicara. Amos 5:14

Apa artinya mencari Tuhan? Untuk mencari Tuhan adalah mencari yang baik dan tidak jahat. Allah adalah mencari buah-buah pertobatan dalam kehidupan Anda. Apakah Anda melahirkan perbuatan baik, perbuatan baik, sikap baik, karakter yang baik dan gaya hidup yang baik? Nabi Amos dalam Amos 5:15 mengatakan bahwa jika ada pertobatan sejati, Allah berpaling dari murka-Nya dalam menilai tanah. Ingat apa yang terjadi ketika Yunus pergi untuk berkhotbah di Niniwe? Niniwe adalah kota metropolitan dunia kuno yang begitu penuh dengan kejahatan bahwa Allah akan menghancurkannya. Namun, orang-orang yang bertobat dan mencari Tuhan dalam doa dan puasa. Akibatnya, Tuhan berubah pikiran dan terhindar mereka.

Jadi, Amos mengatakan kepada orang untuk mulai mencari Tuhan-menolak kejahatan dan berbuat baik. Pertobatan yang benar menghasilkan buah dalam kehidupan kita. "Oleh karena itu buah beruang yang sesuai dengan pertobatan" (Matius 3:8). Apa buah-buah pertobatan yang sejati?

1) Keyakinan. Ketika seorang pria tidak dinyatakan bersalah dalam dosa, itu adalah tanda yang sangat yakin bahwa ia tidak benar-benar bertobat. Cepat atau lambat, ia akan terjerumus kembali ke gaya hidup lamanya.


2) penyesalan. Akan ada dukacita menurut kehendak Allah yang mendalam dan penghinaan hati karena dosa. Jika tidak ada penyesalan sejati, seorang pria akan berbalik kembali ke dosa lama. Banyak orang-orang berdosa hanya menyesal atas dosa-dosa mereka; menyesal bahwa mereka telah terus-menerus dalam dosa, tetapi mereka bertobat dengan hati yang tidak rusak. Namun, pemazmur menyatakan, "TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang memiliki patah hati, dan menyimpan seperti memiliki jiwa yang penuh sesal" (Mazmur 34:18).

3) Pengakuan dosa. "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil untuk mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan" (1 Yohanes 1:9).

4) Konversi. Ada konversi benar sampai keyakinan, penyesalan dan pengakuan telah terjadi. Ini adalah tanda-tanda pertobatan sejati. Biarkan ada sebuah perubahan nyata dalam hidup Anda ke arah Tuhan. "Bertobatlah karena itu dan akan dikonversi, bahwa dosa-dosa Anda mungkin dihapuskan, sehingga saat-saat menyegarkan mungkin berasal dari hadirat Tuhan" (Kis 3:19). Pertobatan sejati selalu merupakan langkah pertama menuju kebangkitan kembali. Setiap kali umat Tuhan bertobat, Ia akan menjawab dari surga. Surga tertutup selama hidup Anda? Mungkinkah belum ada pertobatan sejati? "Jika saya orang-orang yang dipanggil dengan nama-Ku akan merendahkan diri, dan berdoa dan mencari wajah-Ku, dan berpaling dari cara-cara jahat mereka, maka Aku akan mendengar dari sorga, dan akan mengampuni dosa dan menyembuhkan mereka tanah mereka" (2 Chr. 7 : 14).


Copy-Paste kode di bawah ini jika Anda ingin mempublikasikannya ulang untuk keperluan non-komersil. DILARANG memodifikasi separuh atau seluruh bagian dari kode tersebut.

*Widget By freedoo Baca Selengkapnya......

Filsafat Pelayanan

Pada waktu kita melihat jaman dalam konteks pelayanan kita, dapat dikatakan bahwa jaman ini adalah jaman yang selalu berubah, tidak sama dengan jaman yang dahulu maupun yang berikutnya. Suatu jaman selalu mempunyai tanda, semangat dan warna tersendiri yang berbeda dari jaman sebelumnya. Memang, pada waktu kita melihat jaman dalam kehidupan, kita lihat adanya suatu culture yang sebenarnya berubah secara drastis. Di dalam hal ini juga, generasi Saudara adalah suatu generasi yang sangat unik, karena kita berada dalam satu peralihan dari suatu culture, dan mungkin kita sendiri, selama melaluinya, tidak menyadarinya. Dalam jaman kehidupan Saudara ini, Saudara merupakan saksi dari berlangsungnya suatu jaman dan juga berakhirnya suatu jaman, masuk menjadi jaman yang baru.

Jaman pertama adalah jaman modern. Jaman kedua adalah jaman postmodern atau pasca-modern. Secara unik, Saudara berada dalam tengah peralihan suatu jaman. Hal ini merupakan suatu yang sangat besar dalam sejarah, karena sejarah pemikiran modern sudah berlangsung selamai 200 tahun. Saudara berada dalam perbatasan akhir dari jaman modern dan akan melangkah dalam suatu jaman yang baru, yaitu jaman postmodern.

Tetapi, kita perhatikan, jaman adalah jaman yang berubah, mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Tetapi bagaimana dengan pelayanan gereja kita? Seringkali kita melihat bahwa pelayanan kita justru tidak berubah dari waktu ke waktu. Jaman terus berubah, tetapi pelayanan kita sebagai orang Kristen tidak mengalami perubahan yang berarti. Sehingga gereja sangat lambat dan tidak peka dalam mengantisipasi semangat jaman yang berubah. Kita tidak memperhatikan persoalan itu.
Ada kata-kata yang menyindir orang-orang pada jaman ini: if you are not confuse, you probably don't know what is happening; Jikalau kamu tidak bingung, mungkin kamu tidak tahu apa yang sedang terjadi. Jika Saudara tidak bingung melihat semangat, dan apa yang sedang berlangsung pada jaman ini, tidak berarti bahwa Saudara melihat/memperhatikan jaman ini, melainkan Saudara tidak mengetahui apa yang sedang terjadi.

Pada waktu kita melayani, kita tidak menyadari bahwa jaman sudah berubah, sehingga pelayanan kita semakin lama semakin menurun. Dalam kesempatan sharing antar-gereja nanti*, kita bisa share satu sama lain mengenai pelayanan gereja kita. Mungkin sebagian gereja mengalami penurunan, sebagian gereja mengalami kemajuan. Kita akan melihat faktor-faktornya.

Kalau pelayanan kita menjadi sesuatu yang menurun, maka ini harus membuat kita berpikir: Kenapa orang-orang tidak datang ke persekutuan pemuda? Apa yang harus kita lakukan? Pada akhirnya, yang kita lakukan untuk pelayanan kita adalah bersaing dengan dunia. Bagaimana bersaing dengan dunia? Misalnya: dunia mempunyai bioskop, maka kita juga membuat pertunjukan film. Tetapi bedanya kalau bioskop dapat menarik banyak orang, tetapi film yang kita putar, misalnya Jesus in Campus Crusade, maka seluruh jalan cerita film itu sudah dapat ditebak, sehingga membuat orang lain merasa lebih baik nonton di bioskop.

Jadi apa yang kita lakukan di komisi pemuda adalah bersaing dengan dunia. Mungkin satu saat Saudara berhasil dengan membuat suatu acara yang sangat menarik, misalnya membuat suatu pertunjukan kejutan.

Dari semua acara yang menarik itu, pasti ada acara yang kurang menarik, dan ada acara yang lebih menarik dari acara-acara menarik yang lainnya. Hal itu membuat kita mati-matian dengan tak habis-habisnya berpikir bagaimana membuat suatu acara yang lebih menarik dari acara yang sebelumnya, yang sudah menarik itu. Maka akhirnya, kita tidak akan mampu dan tidak mungkin bekerja sepenuh hidup kita hanyak untuk acara komisi pemuda itu. Akhirnya kita terpuruk pada kesulitan pelayanan. Semakin lama semakin lemah, dan akhirnya persekutuan pemuda kita juga semakin lama semakin merosot.
Dalam keadaan seperti demikian, apa yang harus kita lakukan?

Ada satu hal yang harus kita lakukan, yaitu: KEMBALI KE DASAR, back to basics. Kita tidak mungkin bersaing dengan entertainment yang ditawarkan oleh dunia, maka kita harus kembali kepada apa yang Tuhan ingin kita lakukan di dalam kehidupan. Kita harus kembali kepada hal tersebut.

Kita lihat di Pengkotbah 1:4-8. Kita melihat bahwa Pengkotbah memperhatikan hidup manusia hanya sekedar sebagai lingkaran, yang saya istilahkan, lingkaran kesia-siaan.
Semua perputaran dalam alam itulah yang dilihat oleh Pengkotbah sebagai suatu lingkaran kesia-siaan. Dalam ayat 8 dikatakan segala sesuatu menjemukan, karena Pengkotbah melihat segala sesuatu adalah pengulangan dari apa yang pernah terjadi, meskipun tidak selalu persis, tetapi ada a continual beginning, suatu permulaan yang sama terus-menerus, sehingga menjadi suatu lingkaran kesia-siaan.

Manusia dalam proses kehidupannya, dari lahir hingga ia meninggal, kemudian diteruskan ke generasi berikutnya, tidak pernah dapat terlepas dari pola pengulangan yang sama, yang dikatakan Pengkotbah sebagai lingkaran yang menjemukan. Satu-satunya jalan untuk menerobos lingkaran kesia-sian ini adalah dengan melakukan Linearisasi Kehidupan. Artinya di dalam kehidupan, kita tidak hanya berjalan mengikuti lingkaran-lingkaran dalam kehidupan, tapi kita juga berjalan menuju ke sebuah tujuan yang ingin kita capai, dan tujuan yang ingin kita capai adalah CHRIST-LIKENESS, menjadi serupa dengan Kristus. Inilah tujuan utama dari kehidupan orang Kristen dalam suatu lingkaran kehidupannya, dimana ia telah berjumpa dengan Kristus (Roma 8:29). Itulah yang seharusnya menjadi tujuan setiap pribadi yang telah ditebus.

Pada waktu kita bersama-sama mempunyai tujuan yang sama sebagai orang Kristen dan pelayan Kristus dalam komisi pemuda, Saudara harus dapat berperan sebagai fasilitator pertumbuhan orang lain dalam mencapai Christ-likeness. Bagaimana dan hal-hal apa yang harus kita sediakan sebagai aktivis komisi pemuda untuk menolong anggota-anggota kita ini agar bisa menjadi orang-orang yang serupa dengan Kristus?
Untuk itu, kita kemudian melihat satu hal: Spiritual Formation. Pada waktu kita ingin menjadi serupa dengan Kristus, kita ingin mencapai Total Spirituality. Artinya dalam persekutuan pemuda kita tidak mengkotak-kotakan pembinaan anggota kita. Kita tidak hanya membina mereka hanya sekedar agar mereka mengerti firman Tuhan saja, bukan hanya bersifat sebagian saja, tetapi secara total, mencakup keseluruhan kehidupan pribadi mereka di dalam mereka berjalan menuju keserupaan dengan Kristus.

Hal yang dapat kita wujudkan dalam Total Spirituality adalah:
1. Knowing and Experiencing God in an Intimate Relationship.
2. Hollistic Development toward Holiness and Christ-likeness.
3. Obeying God and Doing the Work of His Kingdom.

Saya merasakan hal ini merupakan perumusan yang bersifat komprehensif, karena dalam pelaksanaan semuanya ini meliputi: orang itu bertumbuh, mendapatkan suatu pengetahuan, bersifat holistik, menyeluruh. Dalam ketiga poin tersebut dapat bisa diringkas lagi menjadi:
1. Knowing
2. Being
3. Doing

Bruce Powers melakukan pembagian pertumbuhan hidup manusia berdasarkan usia:
1. Usia 0-6 tahun: mengalami fase yang disebut fase nurture.
Pada waktu itu, orang tidak terlalu memikirkan dan memperhatikan arti hidup, the meaning of life. Pada fase ini, ia memperhatikan kasih dari orangtuanya dan orang-orang yang merawatnya. Sebenarnya orang tersebut tidak begitu memperhatikan perkataan orangtuanya, tetapi yang diperhatikan adalah apakah orangtua saya memperhatikan saya atau tidak.
2. Usia 7-18 tahun, disebut sebagai fase indoktrinasi.
Pada usia ini, seseorang mulai diberikan isi iman. Misalnya: seorang anak sebelum makan harus berdoa.
3. Usia 19-27 tahun, disebut sebagai fase reality testing.
Pada usia ini, seseorang menguji pengetahuan dan teori yang didapatnya dari fase indoktrinasi, bagaimana orang tersebut membuatnya nyata dalam kehidupannya.
4. Usia 28-35 tahun, orang melakukan making choices.
5. Usia 36 tahun ke atas, orang mengalami active devotion.
Pada waktu inilah seseorang merasa ia sudah mantap atas pilihan dari pengetahuan dan teori dalam hidupnya, dan secara aktif melakukan kepercayaannya.

Jadi, tahap usia yang paling mudah untuk dimenangkan adalah usia 7-18, pada saat seseorang masih mengalami fase indoktrinasi. Yang paling disulit di-Injili adalah orang yang berusia 36 tahun ke atas, karena di dalam usia ini orang tersebut merasakan segala sesuatu sudah ia dapatkan, jalankan, uji, pengalaman hidupnya sudah berbicara, dan segala sesuatu itu sudah membuktikan bahwa apa yang ia jalani dan percayai saat ini adalah sesuatu yang benar.

Yang dikatakan oleh Bruce Powers ini sebenarnya meliputi ketiga hal tadi: Knowing, Being dan Doing. Dalam usia 7-18 tahun, pada saat inilah proses Knowing terjadi. Dalam usia 19-27 tahun, ia mengalami proses Being. Dan pada waktu sesorang menjadi active devotion, ia sedang melakukan sesuatu (Doing).

Bukan berarti jika seseorang pada usia tertentu, ia berada pada tahapan tertentu pada usia tersebut. Misal: jika usia orang itu 19 tahun, maka tidak berarti ia berada dalam tahap Being. Tahap Knowing, Being, dan Doing ini merupakan suatu lingkaran yang terus berulang dalam kehidupan kita. Knowing saya akan diterjemahkan ke dalam Being, dan Being saya akan diterjemahkan ke dalam Doing. Pada waktu melakukan sesuatu, saya juga mengetahui sesuatu yang baru. Pada waktu saya mengetahui sesuatu yang baru, saya mencoba melakukan sesuatu yang baru. Pada waktu saya melakukan sesuatu yang baru, saya sedang menjadi Being yang baru. Hal ini merupakan suatu lingkaran dalam suatu kehidupan yang terus berulang, hingga kita mencapai tujuan kita, yaitu menjadi serupa dengan Kristus.

Di dalam perkembangan iman (faith development) inilah, sesuatu yang ingin kita capai adalah pertumbuhan di dalam wilayah Knowledge, Character, dan Doing. Di dalam pertumbuhan iman kita, kita ingin mempunyai pertumbuhan iman di dalam:
1. Pengetahuan
2. Being, yang diterjemahkan dengan character, dan
3. Kehidupan aktivitas yang saya lakukan di hadapan Tuhan dan di hadapan manusia.

Dengan semua ini, kita mengharapkan:
1. Adanya suatu perubahan yang berelasi dengan pengajaran Alkitab. Artinya pertumbuhan iman saya adalah pertumbuhan yang positif, yang bersesuaikan dengan pengajaran firman Tuhan, yang sudah saya gumulkan, mengerti, dan menyatukan diri dengan the unique life of each individual. Tiap orang adalah unik. Rencana Tuhan adalah rencana yang unik bagi setiap kita, maka di dalam pertumbuhan iman seseorang, Tuhan menginginkan agar setiap orang boleh bertumbuh ke arah di mana memang Tuhan menghendaki, supaya ia dapat bertumbuh sesuai dengan keunikannya masing-masing. Misal: talenta yang diberikan Tuhan memiliki keunikan masing-masing. Dalam keunikan masing-masing, kita mempunyai pertumbuhan yang terus-menerus di dalam kehidupan kita.

Kita tetap mempunyai satu pertumbuhan di dalam Knowing, Being dan Doing, sehingga kita mengharapkan suatu perubahan yang nyata bagi setiap orang yang datang bersekutu di persekutuan pemuda kita. Misalnya: ada orang yang iri hati, orang yang sedang bergumul dengan dosanya; kita mengharapkan ada perubahan terjadi pada dirinya. Bukan sekedar suatu acara berlangsung dengan sukses.

2. Bagaimana kita dapat mengevaluasi pelayanan kita berhasil atau tidak? Yaitu dengan melihat apakah terjadi perubahan pada hidup seseorang. Kalau ada individu-individu yang berubah dalam sebuah gereja, maka gereja sebagai gambaran tubuh Kristus pun akan menjadi gambaran yang terus-menerus mengalami perubahan dan pertumbuhan, yang menuju kepada keserupaan dengan Kristus secara keseluruhan. Pada waktu kita berada di gereja, kita tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan yang dunia tawarkan kepada kita, tetapi sebaliknya kita mengharapkan adanya perubahan.

Saya boleh mengharapkan perubahan terjadi di dalam kehidupan seseorang, sama halnya pada waktu Saudara datang ke tempat ini sebagai individual. Pada waktu kita menyelesaikan tahun 1998 dan memasuki tahun yang baru, perlu kita tanyakan: Adakah perubahan yang terjadi pada diri saya? Apakah sepuluh tahun sekarang dengan sepuluh tahun yang dulu adalah saya yang tetap sama? Dengan kata lain, apakah tidak ada perubahan yang terjadi dalam hidupku? Pelayanan kita harus terus mengarah kepada hal ini, yaitu Expecting a Change, mengharapkan terjadinya perubahan. Meskipun saat ini kita mempunyai banyak kelemahan, sesuai dengan berjalannya waktu, kita harapkan ada perubahan-perubahan yang terus terjadi dalam kehidupan kita, dengan demikian kita semakin lama semakin menjadi serupa dengan Kristus.

3. Kalau betul setiap kita mempunyai suatu core (inti) dan visi pelayanan yang jelas dan boleh dipakai Tuhan untuk merubah kehidupan orang-orang, pada waktu kemudian semuanya berhasil, dari waktu ke waktu terus terjadi perubahan-perubahan di dalam kehidupan mereka, maka kita akan melihat gereja masa depan adalah gereja yang gemilang. Kalau kita tidak terjerumus ke dalam segala sesuatu yang menarik, yang ramai, yang tidak kalah bersaing dengan dunia, kita akan melihat gereja abad ke-21 menjadi gereja yang terpuruk. Mungkin gereja tersebut akan terjun ke dalam sekularisme yang sama sekali tidak mempunyai daya tarik, karena justru apa yang kita lakukan adalah sama dengan apa yang dunia tawarkan.

Kita semua, bersama-sama harus yakin dalam pelayanan dan visi yang jelas, yaitu ingin membawa mereka untuk menjadi serupa dengan Kristus. berdasarkan itu, akan ada perubahan dan pertumbuhan yang terjadi dalam Knowing, Being, dan Doing melalui semua yang kita kerjakan sepanjang tahun di dalam kehidupan pribadi kita dan orang lain yang kita layani. Pada suatu waktu nanti kita boleh bersyukur: Gereja masa depan, apapun yang terjadi, sekalipun kita memasuki masa penganiayaan dimana gereja kemudian ditekan, mungkin penginjilan tidak boleh dilakukan, akan tetap yakin di dalam imannya. Kita berlomba dengan waktu, dalam waktu tiga tahun kita mendidik orang-orang, sehingga betul-betul terjadi perubahan yang sungguh di dalam kehidupannya. Dengan demikian kita boleh yakin, apapun yang terjadi di abad ke-21, kita akan dapat menghadapinya. Gereja Tuhan tidak dapat dihancurkan dan kita dapat tetap berdiri tegak, karena kita mempunyai tujuan yang jelas dalam pelayanan kita.

Ingat, engkau adalah masa depan gereja. Perubahan-perubahan yang terjadi dalam dirimu, yang membuat engkau semakin berakar dan terus bertumbuh, menjadi organisme yang tidak mati adalah masa depan yang engkau tanamkan dalam gereja pada abad mendatang. Kalau engkau menanam pohon yang mati, maka gereja yang akan datang adalah gereja yang mati. Kalau engkau menanam iman yang hidup, maka gereja masa depan akan hidup. Gereja masa depan ada di atas pundakmu, langkahmu, tindakanmu. Gereja masa depan ada di tanganmu.

Saya sangat mengharapkan di dalam seluruh sesi NYC ini, setelah kita mendapat menjelasan mengenai apa yang harus kita lakukan di dalam Knowing, Being, dan Doing, kita akan bersama-sama merumuskannya. Maka pada akhirnya, ada 400 orang boleh dipersatukan dalam satu visi pelayanan, dalam hal-hal yang dilakukan dengan jelas untuk masa yang akan datang; Bagaimana kita bisa bergandengan tangan, saling membantu, supaya apa yang kita pikirkan ini bisa terwujudkan di dalam gereja masing-masing dan terus memajukan gereja. Kita harapkan sesuatu yang besar terjadi di abad ke-21 ini, dengan Saudara-saudara sebagai orang-orang yang dipakai Tuhan di tempat Saudara berada. Engkau akan dipakai Tuhan menjadi pelopor untuk melihat hal ini sambil Saudara melayani dan bekerja. Kita boleh melihat semua itu diwujudkan.




Copy-Paste kode di bawah ini jika Anda ingin mempublikasikannya ulang untuk keperluan non-komersil. DILARANG memodifikasi separuh atau seluruh bagian dari kode tersebut.

*Widget By freedoo Baca Selengkapnya......

Penolakan, Penyangkalan Dan Pengkhianatan

Menjelang kematian-Nya di kayu salib, Yesus masih harus menghadapi penolakan orang Yahudi (Yoh. 12:37), pengkhianatan Yudas (Yoh. 13:25), bahkan penyangkalan Petrus (Yoh. 13:38). Bukanlah suatu hal yang aneh jikalau peristiwa penolakan dan pengkhianatan dirangkaikan dengan kepedihan hati, sebagaimana dinyatakan dalam Yohanes 12:27 dan 13:21. Namun demikian, jika kita meneliti lebih lanjut, maka kepedihan hati Tuhan dengan sikap penolakan dan pengkhianatan, bukanlah sekedar suatu rangkaian yang lumrah. Mari kita telusuri kembali dengan singkat.
Penolakan dan pengkhianatan adalah merupakan suatu tindakan. Suatu tindakan yang tidak menghargai relasi dengan Yesus sekaligus dengan Allah (Yoh. 12:44-50). Ketika orang Yahudi menetapkan sikap menolak Yesus dengan ketidakpercayaan mereka, mereka bermaksud memutuskan relasi dengan Yesus, bahkan dengan orang-orang yang percaya kepada-Nya (Yoh. 12:42). Demikian pula ketika Yudas mengkhianati Yesus, ia meninggalkan Yesus dan rekan-rekan sepanggilannya untuk kemudian menjual gurunya (Yoh. 13:30). Keduanya mencerminkan tidak adanya lagi suatu percakapan, pergumulan dan penghargaan atas suatu relasi. Tindakan mereka seolah-olah memaksa Yesus untuk menerima keputusan mereka. Ketidakpercayaan orang Yahudi seolah-olah ingin meniadakan Yesus. Pengkhianatan Yudas seolah-olah bermaksud memaksa Yesus menuruti kemauannya, bahkan untuk mencapai maksudnya sendiri. Penolakan dan pengkhianatan seolah-olah bermaksud menjadikan Yesus pasif, tidak berdaya, dan akhirnya semata-mata menjadi korban. Bagaimana sikap Yesus kepada mereka?

Apakah semuanya ini kemudian menjadikan Yesus pasif, tidak berdaya dan kemudian masuk dalam kepedihan? Bagaimana pula sikap kita sebagai anak-anak-Nya menghadapi keaktifan orang berdosa atas kehidupan kita? Alkitab menegaskan bahwa kepedihan hati TUHAN bukanlah karena ketidakberdayaan dalam kepasifan, ataupun ketidakberdayaan menghadapi kejahatan manusia. Gema Kitab Nabi Yesaya menjelaskan hal ini (Yoh. 12:40). Demikian pula ketika Yesus menghadapi keaktifan Yudas yang mengkhianati-Nya, Yesus justru memberikan roti kepada Yudas dan berkata kepadanya, "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera." Yesus tidak menjadi pasif dalam keaktifan kejahatan manusia. Ia aktif, sekaligus pedih! Inilah keajaiban pekerjaan Tuhan dalam dunia ini. Aktif tidak menjadikan arogan, seolah-olah semuanya hanya sekedar sandiwara dan kitalah sutradaranya. Pedih, bukan sekedar karena merasa menjadi korban kejahatan manusia dalam ketidakberdayaan. Inilah panggilan kita dalam jaman yang semakin rumit ini.

Bagaimana Yesus menghadapi penyangkalan Petrus? Penyangkalan Petrus membawa kepedihan tersendiri bagi Tuhan. Namun rangkaiannya berbeda dengan penolakan dan pengkhianatan. Antara Yesus dan Petrus masih ada percakapan. Petrus masih bergumul dengan Tuhannya. Petrus sangat menghargai dan memelihara relasi dirinya dengan Tuhannya (Yoh. 13:9, 37). Ketika suami-istri berselisih, ketika sesama jemaat berselisih, ketika orang tua-anak berselisih, marilah kita meletakkannya dalam pergumulan dan percakapan dalam persekutuan yang telah dianugerahkan Tuhan bagi kita. Ketika kita sukar memahami pimpinan Tuhan, ketika kita tersesat, kembalilah bergumul dalam persekutuan dengan-Nya. Jangan biarkan 'percakapan' kita dengan Tuhan tersingkirkan oleh berbagai percobaan dan kelemahan diri kita. Itulah sebabnya TUHAN menegaskan kembali hukum yang baru, yaitu kasih - menjadi ciri kehidupan murid sebagaimana Yesus mengasihi kita, bahkan sampai pada kesudahannya (Yoh. 13:1, sebagai pembukaan pasal 13). Kepedihan karena kasih sangat diperlukan. Kepedihan karena kita menghargai relasi kita dengan Tuhan harus kita pelihara. Kepedihan yang mendorong kita semakin lama semakin mengalami kelimpahan kasih-Nya dalam persekutuan kita satu dengan yang lain.

Selamat mempersiapkan hati memasuki peringatan Jumat Agung, serta menerima perjamuan Tuhan, sekaligus menyambut dengan iman dan pengharapan kuasa kebangkitan-Nya.

Salam dan doa:
Pdt. Joshua L





Copy-Paste kode di bawah ini jika Anda ingin mempublikasikannya ulang untuk keperluan non-komersil. DILARANG memodifikasi separuh atau seluruh bagian dari kode tersebut.

*Widget By freedoo Baca Selengkapnya......

Pelayanan Ibadah Raya GBI IKM

Pelayanan Ibadah Raya GBI IKM
Daan Mogot Jakarta
Oktober, 18 2009

Quote: "Kapan-kapan dancer IKM dateng dong ke bandung kita pelayanan bareng biar seru, tapi mesti bareng yah heheheee.....salam!



Embeded

Pelayanan ibadah Raya GBI IKM





Copy-Paste kode di bawah ini jika Anda ingin mempublikasikannya ulang untuk keperluan non-komersil. DILARANG memodifikasi separuh atau seluruh bagian dari kode tersebut.

*Widget By freedoo Baca Selengkapnya......

Pelayanan KKR HMC GBI GOSYEN Surabaya

KKR HMC
Surabaya, Jawa Timur
Gbi Gosyen 02-03 Sept 2009





Embeded

KKR HMC Surabaya





Copy-Paste kode di bawah ini jika Anda ingin mempublikasikannya ulang untuk keperluan non-komersil. DILARANG memodifikasi separuh atau seluruh bagian dari kode tersebut.

*Widget By freedoo Baca Selengkapnya......

Pelayanan Ibadah Raya GBI PRJ Jakarta

Pelayanan Ibadah Raya GBI PRJ Jakarta
GBI PRJ Jakarta
Agustus, 16 2009





Embeded

Pelayanan Ibadah Raya GBI PRJ






Copy-Paste kode di bawah ini jika Anda ingin mempublikasikannya ulang untuk keperluan non-komersil. DILARANG memodifikasi separuh atau seluruh bagian dari kode tersebut.

*Widget By freedoo Baca Selengkapnya......

MENABUR ANGIN MENUAI BADAI

share by Lambok Gultom
Today at 12:11am

"Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya Matius 13:24"
kadang aku lupa siapa diriku sebenarnya,Tuhan jelas mengatakan bahwa waktu aku menerima Dia sebagai Tuhan dan Juru selamat pribadi, aku adalah hamba yang bertanggung jawab untuk bekerja di ladangNya........Apa itu ladang Tuhan??Gerejakah??,Market Place kah? Kampuskah??Rumahkah?atau apa???bagiku ladang Tuhan Dimana Tuhan menempatkan aku dalam pekerjaan,tempat tinggalku,kegiatan-kegiatanku,bahkan apapun bisa menjadi ladang Tuhan yang dapat di taburi benih-benih yang baik.....
contoh Facebook adalah ladang Tuhan yang sangat luas untuk di taburi benih-benih yang baik,di mana jutaaan orang dapat membaca ,melihat, mendapat inspirasi,di motivasi,di tegur bahkan dimana orang bisa belajar banyak.......so aku rindu bisa menjadi Penabur yang bisa menabur benih-benih yang baik,memotivasi orang, menasehati, mengingatkan banyak orang...ini adalah ladang yang baik, sekedar mengingatkan saudara-saudari ku........engkau juga bertanggung jawab terhadap ladang ini..apa yang kau tabur pasti engkau tuai..saat kau menabur sesuatu yang baik pasti kau menuai yang baik,saat kau menabur sesuatu yang sia-sia maka yang sia-sia lah yang akan kau tuai.........menabur angin menuai badai..... ( yang telah kulihat ialah bahwa orang yang membajak kejahatan dan menabur kesusahan, ia menuainya juga Ayub 4:8 ).......... ayo MENABUR...!!!!!!


Copy-Paste kode di bawah ini jika Anda ingin mempublikasikannya ulang untuk keperluan non-komersil. DILARANG memodifikasi separuh atau seluruh bagian dari kode tersebut.

*Widget By freedoo Baca Selengkapnya......

pelayanan KKR Pemulihan Pondok Daud di Bengkulu tgl 31 mei s/d 1 Juni 2009


Hanya kasih karunia yang memampukan kita setip hamba-hamba Tuhan, yang mau menaruh hatinya bagi kota-kota, dimana nama Tuhan akan dipermuliakan di atas nya. Sungguh bukan karena kuat dan gagah setiap kita dapat melakukan perkara besar dan bukan sebuah target bahkan ambisi untuk dapat pergi menemani Bapak Gembala melayani. hanya karena kasih karunia dan perkenanan Tuhan. "...Tuhan kami mau di utus kemana pun Tuhan utus karna kami yakin dimana kaki kami berpijak maka disitu akan tumbuh berkat dan perkara-perkara baru terjadi yang dasyat dan luar biasa. Kami imani tahun depan kami akan kembali ke kota bengkulu dengan spirit baru dan tentunya gedung gereja yang baru....amen!!!

Copy-Paste kode di bawah ini jika Anda ingin mempublikasikannya ulang untuk keperluan non-komersil. DILARANG memodifikasi separuh atau seluruh bagian dari kode tersebut.

*Widget By freedoo Baca Selengkapnya......

Biarlah hatimu hidup untuk selamanya


Share by Tommy P. Sihombing
Today at 12:43am
Uploaded via Facebook Mobile

Saul dan Daud memulai di start yang sama yaitu orang yang diurapi oleh Tuhan menjadi raja, tapi karena hati yang berbeda maka akhir hidup mereka berbeda.
1 Sam 15 Saul berbuat salah karena tidak melakukan seperti yang Tuhan perintahkan; Mazmur 51 Daud juga berbuat dosa setelah melihat Batsyeba.
Apa yang membedakan Saul dengan Daud? Hatinya.
1 Sam 15:25 Saul tidak minta ampun pada Tuhan tapi pada Samuel dan mau menyembah Tuhan kalau Samuel ikut bersama dia. Dan Saulpun mencari-cari alasan. Bagaimana dengan Daud? Ia mencari pengampunan dari Tuhan, ia cepat-cepat bertobat mengakui dosanya dan merendahkan diri serta tidak mencari-cari alasan.
Yang terjadi akhirnya adalah:
Saul mati bunuh diri 1 Sam 3:14 sedangkan Daud diangkat tinggi oleh Tuhan 2 Sam 23.
Allah melihat hati bukan penampilan. Roma 12:1: "..supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup.." Hati yang mati berarti hati yang tidak dapat menghasilkan apa-apa. Sama seperti tubuh yang mati yang juga tidak dapat berbuat apa-apa. Yang terjadi pada Saul karena hati yang mati adalah ia menjadi egois dan mencari-cari alasan. Ini membuat ia kehilangan jabatannya. Hati Daud yang tetap melekat kepada Tuhan membuat Daud mengerti maunya Tuhan (1 Sam 15:22b). Kemudian Tuhan mengampuni Daud (2 Sam 12:13) dan Daud mengalami penyertaan Tuhan juga promosi yang lebih lagi dari Tuhan.
Yeh 36:26 "Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat." Yang bisa tahu hati kita cuma kita dan Tuhan. Jadi bukan hanya sekedar ke gereja tiap minggu, pelayanan, doa puasa, tetapi lebih lagi berikan HATI yang HIDUP kepada Tuhan. Amin.


Copy-Paste kode di bawah ini jika Anda ingin mempublikasikannya ulang untuk keperluan non-komersil. DILARANG memodifikasi separuh atau seluruh bagian dari kode tersebut.

*Widget By freedoo Baca Selengkapnya......

Daily Walk (Perjalanan sehari-hari)

Share by Adolf
Today at 6:15am
Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan ucapan syukur....
(Kolose 2:6-7)

Sekalipun kita tidak selalu melihat kemajuan dalam perjalanan kita bersama Tuhan, kita harus meyakini, sebenarnya akar kerohanian kita akan semakin dalam di dalam Dia. Di bawah tanah kehidupan kita, Tuhan merawat iman kita, semakin lama kita berjalan dengan Dia, semakin kuat Dia menopang kita.
Bagian kita cuma datang kepadaNya tanpa apa-apa, dan terus bersandar dan berpengharapan pada kasihNya. Dan kalau boleh jujur...memang hanya itu yang diperlukan...hanya kesediaan kita untuk berjalan bersama dengan Dia dan percaya bahwa hari lepas hari waktu kita melakukannya, sebenarnya Dia terus dan terus sedang menguatkan akar kerohanian kita di bawah tanah hidup kita....
Saat kita berjalan bersama dengan Tuhan setiap hari, kita akan menemukan banyak persimpangan. Tuhan akan membuka jalan di depan kita, namun Dia tidak akan memaksa langkah-langkah kita. Dia telah memberikan kehendak bebas untuk kita memilih langkah-langkah yang kita akan ambil. Namun, saat kita mulai memutuskan untuk mengambil langkah-langkah itu, sebenarnya sebelum itu terjadi, kalau kita peka, Dia selalu mengingatkan kita untuk kita memilih jalan yang tepat seturut apa yang ada di hatiNya dengan bijaksana...Cara paling aman untuk kita tidak menyimpang ke jalan yang salah adalah...setiap hari taruh tangan kita di tanganNya, Dia tidak akan pernah membawa kita ke jalan yang salah...namun sebaliknya Dia justru akan membawa kita ke jalan yang penuh dengan KEMENANGAN...Setiap hari...PERCAYALAH!!!


Copy-Paste kode di bawah ini jika Anda ingin mempublikasikannya ulang untuk keperluan non-komersil. DILARANG memodifikasi separuh atau seluruh bagian dari kode tersebut.

*Widget By freedoo Baca Selengkapnya......

Belajar Not Balok Next.......

Reading Musical Notes

Here The Source......

http://www.teoria.com/tutorials/reading/12-notes.htm

http://www.musiclessonsonline.co.uk/HowToReadMusic.html

http://www.treblis.com/Notation/Music.htm

rfw




Copy-Paste kode di bawah ini jika Anda ingin mempublikasikannya ulang untuk keperluan non-komersil. DILARANG memodifikasi separuh atau seluruh bagian dari kode tersebut.

*Widget By freedoo Baca Selengkapnya......

Copyright © 2009 - Choir Gbi Sukawarna Bandung - is proudly powered by Blogger
Smashing Magazine - Design Disease - Blog and Web - Dilectio Blogger Template