*Widget By freedoo Baca Selengkapnya......
*Widget By freedoo Baca Selengkapnya......
Perayaan natal bukan sekedar ritual yang dilakukan tanpa makna. Natal merupakan saat terbaik untuk merenung mengintropeksi diri apakah semangat kebersamaan, tolong –menolong , kejujuran dan belas kasih sebagai perwujudan nilai-nilai kristiani telah di pancarkan kepada sesama setiap hari.
Lonceng natal yang dibunyikan saat misa dan kebaktian berlangsung, yang berbaur dengan lagu pujian bagi sang pencipta yang dikumandangkan dengan penuh perasaan acapkali membawa ketentraman hati bagi mereka yang mendengarkannya. Suasana semarak dan khidmat selama misa dan kebaktian berlangsung mampu membangkitkan ketentraman hati, dan menimbulkan perasaan bahagia……
Sudahkah dentang lonceng kasih itu keluar dari hati mu, sudahkah pancaran terang lilin kecil itu mengalir damai memenuhi jiwa mu….
Sudahkah sang penebus hadir bagimu…..
Merry Christmas Every one
Semoga semangat natal ini dapat kita temui di moment natal tahun depan……
*Widget By freedoo Baca Selengkapnya......
*Widget By freedoo Baca Selengkapnya......
Senangnya kalau sudah datang bulang Desember. Bulan yang dinanti-nantikan oleh sebagian besar umat kristiani. Dimana setiap tanggal 25 desember, seluruh umat kristiani merayakan hari kelahiran Yesus Kristus sang Juruslamat umat manusia.
Itu juga yang dialamai oleh Catherine, si gadis kecil yang baik hati. Catherine baru berumur 9tahun, dia tinggal bersama ibunya yang sudah sakit-sakitan. Catherine sangat mencintai ibunya, dia mau ibunya bahagia. Sehari-hari gadis kecil ini mancari uang dengan berjualan koran, mengamen, dan terkadang dia membantu ibu-ibu membawakan belanjaan mereka ke mobil mereka. Walau badannya masih kecil, tapi dia bisa melakukan itu semua seperti orang dewasa lakukan. Catherine berencana untuk membelikan ibunya baju natal yang indah. Yang nanti bisa ibunya pakai sewaktu ke Gereja di hari natal. Satu minggu sebelum natal, ibu catherine dilarikan ke rumah sakit, karena muntah darah. Ibu Catherine memang sudah lama mengidap penyakit kronis dimana sebagian besar organ hati sudah tidak berfungsi dengan normal. Gadis kecil ini terhisak-hisak menangis sambil terus berdoa kepada Tuhan untuk kesembuhan ibunya.
Tapi, apa yang terjadi, ibu Catherine dipanggil Tuhan dihari itu juga. Catherine sedih sekali, dia menangis sambil terus berdoa kepada Tuhan. Tapi aneh sekali, anak ini tidak mengeluh dan marah sama Tuhan, bahkan di wajahnya tergurat senyuman. Dokter Sam dan suster yang berada diruangan itu, memandang aneh. Setelah pemakaman selesai, Dokter Sam itu bertanya kapada Catherine :” nak, tadi aku melihat kau tersenyum didepan jenazah ibumu. Kenapa kau tersenyum?”. Lalu Catherine menjawab : “ aku tersenyum karena, aku melihat Tuhan Yesus, memegang tangan ibu ku. Mereka berdua tersenyum kepadaku. Tuhan Yesus berkata kepadaku supaya aku tidak perlu kawatir, karena ibu sudah aman dan bahagia bersama-Nya. Aku tahu, Tuhan punya rencana yang indah buat ibu dan aku”. Dokter Sam terdiam dan mulai kagum dengan anak sekecil itu. Dokter Sam mengajak gadis kecil ini untuk tinggal dirumahnya bersama istrinya , Anna. Anna sangat hangat menyambut Catherine dirumah mereka. Bahkan Anna yang sudah sangat lama merindukan seorang anak dalam pernikahan mereka, mengangkat Catherine sebagai anaknya. Sekarang Catherine punya kelurga yang baru. Keluarga yang untuh dimana ada ayah dan ibu. Dihari natal Catherine dan kedua orangtua nya ke Gereja untuk beribadah bersama umat Kristen lainnya. Catherine sungguh bahagia, dia tidak pernah menyangka kalau Tuhan memberinya hadiah seindah ini, hadiah yang tidah pernah dia pikirkan sebelumnya. Kelurga yang utuh dan bahagia.
Sudahkah kita mengucap syukur senantiasa dalam segala hal yang Tuhan ijinkan boleh terjadi dalam hidup kita?. Kalau belum, belajarlah dari Catherine, anak yang beru berusia 9tahun ini. Dia ga marah atau ngeluh ama Tuhan. Tuhan sangat menyukai anakNya yang selalu mengucapsyukur dalam segala hal. Gbu all..“Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur”. Kol 2:7.
*Widget By freedoo Baca Selengkapnya......
By dodo
today Tues, 15 dec 2009
Kurang lebih 9 thn semenjak aku menginjakan kaki ku di kota bandung untuk melarikan diri dari sesuatu yang yang tidak pasti yah karena setelah selesai sma aku gak tau harus ngapain, selesai masa sekolah ku di sma aku melangkahkan kaki ke kota bandung dimana kota ini belum pernah aku kenal sama sekali sebelumnya. Hanya dengan petunjuk sepupu yang kuliah di kota bandung aku pun memberanikan diri untuk pergi dari kota jambi, kota kecil dan sepi kota yang telah membesarkan ku dengan masa remaja yang penuh gejolak dan pencarian jatidiri. Dari sekolah dasar hingga smp aku bersekolah di sebuah desa kecil transmigrasi di pedalaman kota jambi, dari pusat kota jambi menuju desaku cukup jauh dengan waktu tempuh 8 jam menggunakan bus umum. Itupun dengan keadaan jalan yang terkadang dalam keadaan rusak terlebih dimusim dimusim hujan di daerah-daerah tertentu.
Sebuah desa transmigran ABRI, yah desa ini adalah warisan dari kakek ku yang seorang pesiunan militer dari kodam siliwangi. dimasa pensiun nya kakek ku meminta kepada anaknya untuk salah satu dari keluarganya mau menempati tanah jatah dari pemerintah. Aku masuk desa ini bersama keluargaku ± di tahun 1986 bersama kedua orang tua ku, 2 saudara laki-laki dan 1 adik perempuan ku yang paling cantik (hoaxz....mode=on) warga transmigran di dominasi dari kota-kota bandung dan jawa.
kalo mengingat tahun-tahun itu adalah sangat luarbiasa kanan-kiri masih banyak hutan, jarak antar rumah warga cukup jauh dan tanpa listrik samasekali keadaan itu kami alami kurang lebih selama 10 tahun. yah tanpa aliran listrik dari PLN miris yah...! Walhasil lampu STRONGKINGS alias petromaks jadi andalan warga desa.
Di desa kecil ini lah semua suka duka, canda tawa aku alami, hidup di desa yang jauh dari kota kecil sekalipun. yah....mungkin masa kanak-kanak yang ceria lah yg membuat kami enggan bertanya mengapa di desa kami tidak ada listrik bahkan TV sekalipun. Didesa kami hanya ada satu gereja kecil yang sanga-sangat super minimalis lantai tanah, berdinding papan yang seadanya, super sederhana dengan atap seng yang telah rapuh dan bolong disana-sini. Dengan beberapa kursi kayu panjang yang seadanya dan mimbar kotak sederhana, dan aku masih ingan mimbar itu hanya lembaran teriplek yang di satukan berbentuk kotak. Di gereja ini lah masa kecil ku mengenal perayaan natal
Sebagai anggota anak sekolah minggu maka Kehidupan di gerja ini lah yang turut membentuk karekter rohani ku. Di masa kecil ku apabila natal tiba maka seluruh jemaat gerja akan beramai-ramai dengan cara bergotong royong mendandani gerja, men cat dinding kayu gereja dengan kapur putih bahan cat, setelah aku dewasa barulah aku sadar bahan cat tersebut yang cukup membuat ku bingung saat ini. Dengan sukacita seluruh warga desa membuat dekorasi alakadar nya menghias dengan kertas berwarna dan membuat pohon natal dari tumbuhan liar yang ada di rawa-rawa kami menyulapnya menjadi pohon natal dengan pohon pisang sebagai penyangga nya di hias pernak-pernik dan beberapa stick bambu untuk penyangga lilin karena tidak ada listrik di desa ini maka sebagai penerangan pohon natal menggunakan lilin. Tidak ada boneka santa tidak ada lampu terang!
Menjelang hari H anak-anak sekolah minggu telah mendapatkan jatah ayat hapalan alkitab kalo orang desa bialng liturgy dari budaya batak sih istilah ini. Ayat ini berisi urutan2 dari Kejadian sampe ayat tentang kelahiran Yesus. Setiap kami anak2 sekolah minggu akan dengan semangat mengharal ayat yang telah menjadi jatah kami masing-masing. Ayat ini harus benar hafal diluar kepala karena kami akan maju ke mimbar gerja dan mengucapkan nya dengan lancer hal ini akan menjadi kebanggan orang tua setiap peserta liturgy. Tentunya dengan baju baru, celana baru semuanya baru yah itu sudah menjadi tradisi setiap keluarga di desa kami.
Sebelum acara natal dimulai sore harinya setiap keluarga wajib membawa makan besar lauk pauk, daging semua makanan terlezat dan terbaik yang di masak oleh ibu-ibu di jemaat gerja ini. Alrmahum mama ku selalu masak gulai ayam dan gulai daging sampai dengan saat ini belum ada masakan yang menandingi kelezatan masakan almarhum mama ku. Sebelum acara natal di mulai maka seluruh makanan yang dibawa di kumpulkan setelah beberapa kata sambutan dan berdoa seluruh makanan di bagikan sama rata keselurh jemaat kita pun makan di gereja dengan penuh suka cita dan keakraban yang sangat susah untuk ditemukan di zaman sekarang. Kami makan dengan sukacita yang luarbiasa. Setelah acara makan-makan selesai barulah acara ibadah perayaan natal dimulai. Satu demi satu lagu dinyanyikan yang semuanya bertemakan tentang natal. Tiba saatnya anak sekolah minggu untuk maju kedepan mimbar untuk menyampaikan ayat hafalan mereka ada yang terbata-bata ada yang lupa ayatnya ada yang malu untuk tampil bahkan ada yang menagis karena lupa sama sekali. Luar biasa setiap anak-anak berusaha untuk memberikan yang terbaik dengan liturgy mereka. Setalah moment itu berlalu tiba lah saatnya kami untuk menyanyikan malam kudus ya inilah moment dimana aku paling rindukan. Saat lagu ini akan di nyanyikan maka semua lampu petromak yang ada akan di bawa keluar gerja maka seluruh ruangan menjadi gelap gulita. Mengalun lah nyanyia “…Malam kudus versi kidugn jemaat…” disertaidengan penyalaan lilin di pohon natal yang sederhana disertai dengan lilin jemaat, suasana yang sangat indah moment terbaik di natal yang sederhana terang lilin itu meyapa semua ruangan gerja dengan damai dan kasih natal yang kami rayakan dengan seadanya, dengan kesederhanaan dengan kekeluargaan dengan segenap hati dengan semua yang kemampuan yang ada yah natal hanya datang satu kali di setiap tahun. Natal sederhana ini terlalu berharga bagi orang desa kecil ini. Natal kali ini haruslah natal yang terbaik. Yah natal yang sederhana dengan tidak mengurangi arti dan makna dari natal itu sendiri. Nyatalah bahwa kasih Tuhan itu mengalir melalu persaudaraan dan kekeluargaan yang sangat kental di desa kami.
Puluhan natal mungkin telah kita lalui dari saat kita kecil dimana kita mengenal natal hanya dimana moment kita mendapat baju baru kado dan hadiah mungkin sebagian masa kecil kita adalah seperti itu disaat natal.
Saat kita berada dimasa sekarang adakah moment indah di saat natal itu kita rasakan kembali.
Aku merasa beruntung dibesarkan di sebuah desa yang terpencil dengan kehidupan kekeluargaan yang sangat luar biasa….
Desa kecil yang penuh cinta dan kebersamaan…yah aku merindukan moment itu…natal yang dulu. Natal yang sederhana namun jauh lebih indah dan berkesan. Yah kepingan natal yang perlahan mulai hilang dari ingatan masa kecil ku…..kepingan natal terbaik yang pernah aku dapatkan….lilin sederhana!
Maka disaat-saat ini bersyukurlah dengan segala keadaan mu terlebih di natal kali ini. Mungkin saat ini kau berada di tanah yang bahkan kau tidak tau dimana batas desa nya, atau kau berada di tengah hiruk pikuk kehidupan kota yang semakin egois. Untuk natal kali ini ingat lah Tuhan telah hadi ditengah-tengah kita. Natal bukan hanya sekedar tukar kado bukan sekedar pohon terang. Mungkin natal kali ini kita jauh dari orang-orang yang kita cintai karena kehidupan ini yang menjadikan nya seperti itu. Atau bahkan natal kali ini kita telah di tinggal pergi orang-orang uang kita cintai untuk selamanya….maka bersyukurlah untuk natal kali ini….pancarkan kasih seperti pohon terang yang kita liat pertama kali dimasa kecil dulu…berikan cinta bagi orang-orang terdekat mu…katakan “aku mengasihi mu…” itu cukup berarti di sela-sela kesibukan kita yang membabi buta…
maknai natal kali ini dengan cinta?
Happy merry Christmas…
*Widget By freedoo Baca Selengkapnya......
MASIH PANTASKAH KITA BERSUNGUT-SUNGUT???
Posted by choirgbi sukawarna bandung Labels: Artikel, NATAL, Renungan
Share by Aditya Sousia
Yesterday at 9:21pm Sun, 13 Dec 2009
Ada seorang wanita muda yang punya kebiasaan pada saat akan menyambut hari Natal ia harus selalu mengantar sang ibu yang sudah lanjut usia utuk mencari baju yang hendak dipakainya di hari yang sangat spesial bagi dirinya tersebut.,, ibunya kira kira sudah berumur 60 tahunan.
setiap kali ibunya meminta diantar untuk berbelanja baju, wanita ini sangat malas karena ia tahu kalau mengantar ibunya mencari baju, membutuhakn waktu yang sangat lama, ibunya ini sangat selektif dalam memilih baju yang sesuai dengan yang ia inginkan, karena ia tidak mau tetlihat biasa saja pada saat perayaan Natal nanti..
siang itu si ibu mengetuk pintu kamar si wanita ini,
dengan suara yang lemas, dan dengan tubuh yang tergopoh gopoh menggunakan tongkat kayu,, "nak,mari antar ibu mencari baju untuk Natal nanti nak..."
wanita ini tidak langsung meresponi panggilan ibunya itu,,
setelah beberapa kali ibunya mengetuk pintu kamarnya baru wanita ini dengan terpaksa mau mengantar ibunya mencarikan baju Natal, wanita ini setengah hati untuk mengantarkan ibunya ini, karena ia fikir masih banyak pekerjaan yang harus ia lakukan yang lebih penting ketimbang menemani ibunya mencari Baju yang akan membuang waktunya dengan percuma
diperjalanan wanita ini terus mengeluh, menggerutu dan terlihat tidak senang mengantarkan ibunya untuk mencari baju Natal, tetapi ibunya hanya duduk terdiam degan nafas yang berat dikarenakan faktor usia yang sudah lanjut...
sesampainya di pusar perbelanjaan, ibunya berjalan menjelajahi satu persatu toko baju yang belum saja mendapatkan baju yang cocok dengan ibu tersebut,
anaknya sudah tidak betah dan terus ngomel,,dengan nada bicara yang keras,, "mah, ayo dong cepat, aku masih bnayak pekerjaan yang harus aku kerjakan di rumah!!!"
tetapi ibunya hanya tersenyum mendengar keluhan anaknya tersebut,,,
tiba di suatu toko baju, ibunay memanggil anaknya,,
" nak kemari nak,,,"
jawab anaknya dengan nada menggerutu... " apa lagi si mah???ayo cepat, kalau sudah dapat langsung bayar dan kita pulang..."
dengan berdiri menggunakan tongat di tangan kanan, sambil mengangkat sebuah baju di tangan kirinya, ia bertanya pada anaknya... "apa baju ini pantas untuk ibu pakai??
sejenak anaknya terdam memandangi ibunya, tanpa ia sari, ia telah meneteskan air matanya, pada saat itu di bertobat, apa yang membuat anaknya itu bertobat???
pada saat ibunya mengangkat baju, yang dia lihat bukanlah baju yang ibunya pilih, tetapi ia melihat tangan dengan kulit yang keriput,tubuh yang berdiri lemasdengan muka ibunya yang sudah sangat keriput pula, yang ada di fikiran anaknya ialah sesosok ibu yag telah membesarkannya hingga ia bisa menjadi sekarang ini, satu hal yang ada di fikiranya.. "MASIH PANTASKAH AKU BERSUNGUT-SUNGUT MEMENUHI KEINGINAN IBU YANG TELAH MERAWAT DAN MEMBESARKAN AKU HINGGA AKU SEPERTI INI SEKARANG, YANG MERAWAT AKU TANPA MEMINTA BALAS JASA DENGAN APA YANG TELAH IA KELUARKAN BAHKAN IA KORBANKAN NYAWANYA BAGI DIRIKU?????"
beitupun dengan Hubungan kita dengan TUHAN, MASIH PANTASKAH KITA BERSUNGUT-SUNGUT MELAKUKAN APA YANG MENJADI KEHENDAK TUHAN DI DALAM HIDUP KITA, DENGAN TANGAN TUHAN YANG TELAH BERLUBANG UNTUK MENEBUS DOSA KITA, DENGAN TUBUHNYA YANG TERCABIK OLEH PECUT DURI DAN MAHKOTA DURI YANG MENANCAP DI KEPALANYA???
saudara saudara ku yang aku sangat kasihi, mari sekarang kita sadari berapa sering kita mengecewakan hati TUHAN pada saat kita tidak mau melakukan apa yang ia mau terjadi di dalam hidup kita saudara???
berapa sering kita membuat TUHAN menetaskan air mataNya pada waktu kitab bersungut-sungut akan perintahNya???tetapi TUHAN tetap mengasihi kita dengan KETULUSAN HATINYA
inilah waktu yang sangat tepat sebelum mengakhiri tahun 2009 dan menjelang tahun 2010, kita lebih dengar2an akan apa yang TUHAN mau dalam hidup kita,
RAIH JANJI TUHAN DI TAHUN 2010 BAHWA TAHUN 2010 ADALAH TAHUN PEMULIHAN DAN KELIMPAHAN...
AMIIIN ..
GBu ALL...
*Widget By freedoo Baca Selengkapnya......
I really miss Him and spirit of Christmas in Excelcis Deo
Posted by choirgbi sukawarna bandung Labels: Artikel, NATALSaudara-saudara yang Kekasih,
Seperti yang Saudara tahu, peringatan ulang tahunKu semakin dekat. Setiap tahun diadakan perayaan untuk menghormatiKu dan Aku kira tahun ini juga.
Menjelang perayaan, banyak orang berbelanja hadiah, pengumuman di radio dan iklan TV. Dunia berkata bahwa perayaan semakin dekat dan semakin dekat lagi.
Yang sangat membahagiakan adalah, paling tidak setahun sekali, beberapa orang mengingat Aku. Dan kita semua tahu bahwa perayaan itu sudah dimulai bertahun-tahun lalu.
Awalnya orang-orang tampaknya mengerti dan bersyukur atas apa yang sudah Aku lakukan bagi mereka. Tetapi kemudian tak seorangpun mengerti dasar diadakannya perayaan ini.
Sanak saudara dan handai taulan berkumpul. Pakaian, perhiasannya alangkah elok. Mereka bergembira tanpa memahami arti perayaan itu sendiri.. Aku ingat tahun lalu, ada pesta besar demi menghormatiKu. Meja sarat aneka rupa makanan lezat – dari kue, coklat sampai buah-buahan. Hiasan, pajangan semua mengagumkan. Bingkisan-bingkisan bertumpuk, dibungkus kertas warna warni. Sangat indah. 
Namun, ingin tahukah Saudara? Aku tidak diundang.
Aku seharusnya menjadi tamu kehormatan tetapi mereka lupa mengirimiKu undangan. 
Pesta itu untuk Aku tapi ketika saat bahagia itu tiba, mereka meninggalkanku diluar, pintu ditutup didepan mataKu…….. Aku ingin bersama mereka, duduk bersama di meja yang sama.
Sebenarnya ini tidaklah terlalu mengherankanKu karena beberapa tahun belakangan orang-orang mulai menutup pintu bagiKu. Karena Aku tidak diundang maka Aku memutuskan untuk diam-diam masuk dan duduk di pojok.
Mereka minum-minum, ada yang mabuk, ngobrol sana sini sambil tertawa riang. Bahagianya mereka.
Untuk melengkapi kesukaan itu, datanglah seseorang besar gemuk
berpakaian merah dan berjenggot putih panjang. Ho..Ho..Ho!, serunya. Sepertinya ia mabuk. Ia duduk di sofa lalu semua anak menyerbunya sambil berteriak - Sinterklas…Sinterklas… seakan-akan perayaan itu untuk menyambut dan menghormatinya!
Tengah malam semua orang mulai saling berpelukan. Aku membentangkan tangan, menunggu ada yang memelukKu. tahukan Saudara, tak seorangpun menghampiri dan memelukKu. 
Lalu mereka bertukar hadiah. Mereka membukanya dengan suka cita, penuh harapan. Ketika semua sudah terbuka, Aku mulai mencari-cari kalau-kalau ada satu untuk Aku. Ternyata tak ada satupun. Apakah yang Saudara rasakan ketika semua orang bertukar hadiah lalu Saudara sendiri tidak mendapatkan?
Lalu Aku sadar bahwa Aku tidak dibutuhkan dalam pesta itu oleh karenanya Aku disisihkan.
Tahun demi tahun terjadi dan semakin menyedihkan. Orang-orang hanya ingat hadiah, baju baru, pesta, makan dan minum. Dan tak seorangpun ingat Aku. 

Aku demikian ingin di hari Natal ini Saudara memperbolehkan Aku masuk dalam hidup Saudara.
Aku ingin Saudara mengingat bahwa sudah 2009 tahun yang lalu Aku datang di dunia untuk memberikan hidupKu bagi Saudara, diatas kayu salib, untuk menyelamatkan Saudara.
Hari ini, aku semata-mata ingin Saudara percaya sepenuh hati.
Yang ingin Aku sampaikan adalah: karena begitu banyak yang tidak
mengundangKu ke pesta maka Aku akan membuat perayaan sendiri. Sebuah pesta bertabur kemegahan yang belum pernah terbayangkan oleh siapapun – perjamuan agung. Saat ini aku sedang menyiapkan segalanya.
Hari ini Aku menyebar undangan dan ada satu undangan untuk Saudara. Betapa Aku ingin tahu minat Saudara untuk datang. Bila “ya” maka Aku akan menyiapkan tempat serta menuliskan nama Saudara dengan tinta emas di buku tamuKu.
Hanya mereka yang namanya tercatat akan memperoleh tempat duduk layak. Mereka yang tidak membalas undangan akan ditinggalkan di luar..
Bersiaplah sebab bila semua persiapanKu telah selesai, Saudara akan duduk dalam perjamuan agungKu.
*Bagikan kepada orang lain yang Saudara cintai sebelum Natal tiba.
Sampai jumpa.
Aku mengasihimu.
Yesus
*Widget By freedoo Baca Selengkapnya......


